Please Welcome

Haiii… Nama saya Sukmadanty. Terimakasih ya sudah berkunjung dan melihat-lihat rumah sederhana saya. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar, dan berkunjung ke website keluarga baru kami di www.aandanti.com.

Semoga bermanfaat!! ;-)

Berau, I’m coming!!!

Sekalian tes posting di update-an wp for andro, heuheu. Sekarang notifnya dah masuk kl ada yg baru dari komentar, dan follower. Wahhh… tanda2 disuruh eksis lagi nih hwhwhw :D

Jadi, sekarang selasa, dan kamis pekan yang sama bunda dan Olla mau terbang ke borneo dalam rangka site visit ke perusahaan si ayah Olla. Bisa mampir ke derawan gak? I hope sooooo…. >_<

image

Mei 2014

Sekarang tanggal berapa syiiihhh… Ow 4 Mei, tahun? 2014!!!!!! (ttiba banyak tanda seru), jadi berapa lama blog ini tertidurr? hahahaha…

Nggak tahu kesambet apa yak kok tiba2 nulis, mungkin terbawa memori setahun lalu, hampirrr setahun yang lalu, si enuk2ku lahir, cintaku, hunny bunny sweety, mwah mwah mwah! 11 Mei 2014 menjadi titik awal banget mendidiknya di ranah bumi yg makin hmmm… mengerikan ini. Tahu dong berita2 yg berseliweran akhir2 ini? hiks….

Muga2 kami bisa kompak saling menggiring ke arah kebaikan, aamiin…

image

HELP Anakku Susah Makan

bundapiaradaku:

Alhamdulillah.. nambah info buat saya yg bentar lagi ndulang :D

Originally posted on drmaharanibayu:

Hal ini pasti sering terlintas di kepala orang tua.

Bila mengikuti aturan makan dengan yang sesuai orang tua sajikan, karena sudah dihitung dengan pertimbangan kebutuhan gizi yang sesuai dan jadwal makan yang duduk manis di meja makan, ini adalah idealnya ya. Namun kendala yang sering ditemui adalah, anak memilih makanan, tidak suka sayur, tidak betah duduk berlama-lama di meja, maupun menolak makan dan maunya minum susu saja.

Sebetulnya, memang ada masanya anak seiring dengan perkembangannya berusaha menunjukkan ke power-an nya.

Baiklah, ini yang banyak terjadi… sekarang bagaimana cara mengatasinya?.

Yang harus diketahui, gold standard asupan anak adalah :

0-6bulan ASI saja

6 bulan start MPASI, dengan pemenuhan gizi dipenuhi MPASI 30%, ASI 70%

7-8 bulan, pemenuhan gizi dipenuhi MPASI 40%, ASI 60%

9 bulan, pemenuhan gizi dipenuhi MPASI 50%, ASI 50%

Hingga anak 12 bulan, pemenuhan gizi dipenuhi MPASI 70%, ASI 30%. Dimana menyusu (ASI) malam-pagi sudah cukup, seharian anak…

View original 569 more words

Sedih

Sekarang mestinya saya sudah tidur, tapi mata ini sulit terpejam, hati ini pun merasa bgitu sedih. Ya Rabb, ampuni aku, pastilah kerana jauh dari-Mu aku merasa demikian. Semestinya aku tumbuh semakin dewasa menghadapi setiap masalah-masalah, ampun ya Rabb.

Curhat, saya tahu tak semua masalah harus disiarkan, maka malam ini saya hanya menyediakan waktu bagi mata yang segar ini untuk sekedar berkata-kata di media blog. Di samping saya tertidur calon orang besar, saya pun sontak merasa malu sekaligus merana, bagaimana saya membesarkan anak ini sebagai orang besar jika saya, ibunya saja berkelakuan rendah seperti mengeluh dan mengeluh. Astaghfirullah.

End saja. Eh, ketinggalan senyumnya, :)

Cara cepat menidurkan bayi?

Awalnya saya tanpa sengaja melihat tayangan video via youtube tentang cara cepat menidurkan bayi, bahkan iseng saya coba ke anak kami yang saat ini berumur 3+ bulan. Bukannya ngantuk, anak saya malah tersenyum-senyum kegirangan, hehehe. Lagipula bagaimana dan dengan cara apa bayi tertidur kan beda-beda ya mom.

Nah, mari dengarkan tentang bagaimana anak kami, Olla tertidur. Olla, sejak lahir Alhamdulillah termasuk anak yang nyenengin, dalam arti nggak rewelan, tapi pernah. Kemudian untuk urusan tidur ini dia memang istimewa. Oiya, belum cerita tentang kelahirannya, nanti yah, hehe. Awal2 kehidupannya, sebagaimana bayi pada umumnya, bangun tiap beberapa jam untuk menyusu, setelah kenyang langsung tertidur kembali. Kalau ngompol? Begitu diganti popoknya, tidur pulalah ia. Alhamdulillah tak ada, atau jarang ada tangisan di larut malam.

Pada saat umur sekarang ini, Olla cenderung mudah tidur, mungkin karena ayahnya juga jagoan tidur #loh?!. Pagi hari setelah mandi dan beraktivitas sejenak (baca buku, main sama bunda, dll) dia akan tidur setelahnya, bangun dengan wajah yang segar dia biasanya ngajak bercanda lagi, dan memang baru senang-senangnya mengoceh juga tertawa. Tidur siang juga rutin loh, hanya saja jamnya kadang maju atau mundur dari biasanya. Kadang jam 12, 13, 14 dst, baru bangun (dengan segala gangguan yg membuatnya nglilir) jelang pukul 15:00 sore. Malam maksimal dia bisa bobok pukul 21:00, nah di atas jam tersebut hampir dia tak pernah bangun sampai jelang subuh (kecuali kalau tiba2 haus atau lapar). Tapi pernah baru tidur pukul 10-11 malam, tapi tak pernah lebih dari jam tersebut.

Bagaimana Olla tertidur? Olla paling sering bobok sendiri, dalam artian saya di sampingnya, tidak meninggalkannya begitu saja. Kadang benar2 tidur sendiri sedang saya sibuk dengan hal lain di dekatnya. Beberapa hal yang lucu yang membuatnya tertidur antara lain, plastik kresek, baca buku, dinyanyiin lagu tertentu, atau ngantuk sendiri. Plastik kresek? Iya, ajaib memang barang satu ini, mau plastik kresek, bekas bungkus roti, atau diaper, hampir selalu membuatnya bablasss… xD. Caranya? Ya hanya saya gesek2an saja di dekatnya, atau dibuat kipas (meski tak sesemilir angin listrik), atau pernah juga dia pegang sendiri diremet2 sendiri, dan ketiduran sendiri pada akhirnya ^_^. Baca buku itu bayi? La bukan dong, saya yang bacain, dia dengerin sambil nabok2 buku di depannya, hehe. Kalau lagu, sekarang udah jarang saya praktekkan, soalnya lama2 capek nyanyi, jadi laper hahaha. Padahal waktu bayi merah, begit
u saya nyanyiin Allahummarhamnabil Quran ya… kepalanya langsung dideketi  ke saya aambil merem2 gitu, xixixi lucu deh… xD. Oiya, kalau lagi ngantuk dan sangat ingin tidur, kalau saya keloni, otomatis kepalanya noleh dan dideketin ke arah dada saya, tapi nggak cari nen, kayak cari tempat berlindung gitu loh.

Well, itulah kisah our little Olla tentang tidurnya, jangan salah lo, meski kelihatannya gampang tidur, tetapi jarak waktu dia sampai tertidur tetap lama dan harus sabar menemaninya sampai benar2 lelap tertidur.

image

*Diposting juga di http://www.aandanti.com

Sensi-tif

Nah, lama nggak muncul sekali muncul judulnya nggak enak nih, hehe… baiklah biar terasa enak kita bawa santai aja yak. Jadi ceritongnya, sejak melahirkan saya mendadak menjadi super sensitif, padahal mungkin niatnya orang bercanda yah, etapi sayanya nganggepnya mah serius. Kalau dipikir2 mah, sejak hamil kali yah, tapi saya mah lupa kadar sensinya seberapa seberapa, kalau ditanya ya saya rasain tinggian sekarang yah, orang yg dulu udah berlalu, udah lupa.

Rasanya itu nggak karuan deh kalau sensi melanda, antara sebel, pengen maapin, sama bete. Ujung2nya anak jadi korban, hiks, maafin bunda nak. Soalnya kalau saya lagi galau akibat sensi ini, si baby langsung deh rewel, dan rewel di saat saya bad mood itu nggak bagus. Nggak ada senyum2nya buat nenangin si bayi, kasian ya hiks.

Entah orang yang buat saya badmood ngerti atau enggak, saya biasanya cuman diem saja. Bukan tipe blak2an kalau situ nyakitin hati gue, hihihi… yasud lah… namanya orang beda2 yah… daripada sayanya bete, trus berefek sama anak saya, juga produksi ASI saya, mending jauh dulu sama orang yang buat bete. Siapa? Ya ada temen, keluarga, tetangga…

Udahan dulu, si hubby nelfon…

Teliti Kebenarannya Dulu Dong …!

Originally posted on Fight For Freedom:

makan di toilet


Dua hari yang lalu, saya dikejutkan oleh sebuah berita yang menyesakkan dada di tengah-tengah menikmati bulan Ramadhan ini, yaitu berita dari Detik News (23-07-2013):
Siswa Non Muslim Disuruh Makan di Toilet Karena Ramadhan

Berita ini menukil dari BBCIndonesia.com, yang mengabarkan bahwa para siswa sebuah sekolah dasar di Malaysia diminta untuk tidak makan di kantin selama istirahat siang, memerintahkan siswa non-Muslim makan siang di toilet mandi karena Ramadhan.

Banyak bersliweran di ranah social media yang meneruskan berita ini dengan menertawakan sinis dan tak sedikit yang mencaci maki. Ada juga blogger yang memuat berita tersebut, (untuk menjaga nama baiknya, saya rahasiakan link tulisannya) dan saya telah memberikan komentar di postingannya:


View original 1,864 more words

Dari kondangan ke beringharjo

Kemarin ahad, seneeeeng banget! Habis melingkar diajak kondangan, hehehe… biasanya kalau diajak kondangan sama mama tu saya emoh banget. Tapi entah kenapa waktu itu saya pengen banget makan di tempet kondangan. Lo? Xixiixi….

Sampai saya bilang ke si mamah, mah aku nggak usah ikut salaman ya! Ahahaha…. saking nggak sabar mau makan, bumil nggragas ceritanya. Haha…

Tak saya sia-siakan kesempatan mencicipi ragam makanan di tempet kondangan, sedikit2 tapi bisa mencicipi sebagian besar makanannya, memang nggak semua, soalnya ternyata stand makanannya buanyak mameeeeennn… ckckckck…

Setelah puas, mampir sholat di masjid kampus ugm, dan di sinilah ketahuan betapa rakusnya saya tadi; kaki kram sodara2!!! Mungkin beban di perut menjalar ke kaki, setelah peregangan di pergelangan kaki Alhamdulillah membaik. Well, rencana ke pasar Beringharjo gimenong? Sempet khawatir nggak bisa jalan tapi Bismillah, niat belanja semoga diridhoi Allah SWT, hehhe…

Ehhh bener lo, di pasar yang ngeluh panas, capek, haus, pegel dan lain2 malah papah sama mamah, huahahaha… sedang saya sangat enjoy melangkahkan kaki dari satu kios baju ke kios yang lain. Berhubung kasihan juga sama si mamih papih, yaudah deh nggak usah lama2, besok ke sini lagi sendiri, hehehehe.

Hari yang menyenangkan, kata suami: wah ngidam makanan kondangan. Hehehe apa iya? Nggak ngerti deh, sampai sekarang pun saya nggak bisa jawab kalau ditanya hamil ngidam apa, nggak faham rasanya ngidam kek apa. Hehehehe….

Ahad depan, kondangan lagiii…!!! *Loooohhh?? xD