Berau, I’m coming!!!

Sekalian tes posting di update-an wp for andro, heuheu. Sekarang notifnya dah masuk kl ada yg baru dari komentar, dan follower. Wahhh… tanda2 disuruh eksis lagi nih hwhwhw 😀

Jadi, sekarang selasa, dan kamis pekan yang sama bunda dan Olla mau terbang ke borneo dalam rangka site visit ke perusahaan si ayah Olla. Bisa mampir ke derawan gak? I hope sooooo…. >_<

image

Advertisements

Financial planning

Apa sih sesuatu dalam rumah tangga yang sungguh urgent untuk diperhatikan? Hiyap betolll apalagi kalau bukan tentang keuangan, mulai dari cara dapetin, sampe cara ngabisinnya, huahahaha yang terakhir serahin sama saya, jagonya nih xixixi… =))

Well, di keluarga saya, suami dan saya sendiri termasuk tipe2 manusia yang doyan ngabisin duit, ya tujuannya sih bagus, tapi kalau tidak diatur ternyata bikin dompet kita megap2 kena penyakit asma, bikin ngos2an, kadang bikin pusing apalagi kalau tiba2 butuh dana cepat dalam jumlah yang tak sedikit.

Makanya, suami mulai wanti2 untuk nyuruh saya melakukan pencatatan keuangan, kalau perlu sampai mengatur pengeluaran, dan mengatur nafsu belanja belanji sesuatu yang nggak/belum dibutuhin, hufffttt… #tahanNapas. Apalagi, semakin bertambahnya usia rumah tangga kami semakin membuka pintu2 keluarnya pundi2 dari kantong keuangan kami, semisal; nyumbang nikah, nyumbang lairan, nyumbang sunatan, kebutuhan sehari2, perawatan barang2 pribadi (seperti motor, mobil, kalau punya, hehe. Dulu pas lajang ortu yang nanggung, begitu nikah ya ditanggung sendiri dong), beli baju, dan lain-lain.

Makanya (lagi), sekarang lagi sibuk ngabisin kuota inet mobile buat donlod aplikasi finansial, cari2 info di dunia maya, dsb. Maklum, sebelumnya saya jarang tuh meribetkan diri ngatur duit, makanya suka kelabakan kalau tau2 nggak punya money gara2 kalap pas kaya, hahaha…

Dan, aplikasi yg saya pakai sekarang masih di excel and aplikasi andro yg kemarin saya donlod.

image

Foto: salah satu penampakan halaman aplikasi financial planner andro.

Yang sudah rapi pencatatan keuangannya boleh share yuuukkk… makasihhh.. ^^

Happy 1st Anniversary

Happy 1st anniversary dear hubby, Basu mandhira… Semoga di usia pernikahan yang baru menginjak tahun pertama ini kita bisa menjadi keluarga sakinah, mawadah, rahmah, dan dakwah. Aamiin… 🙂

Karena sedang dalam keadaan tidak bisa berpuitis-puitis ria, Insya Allah ntar postingan serupa nyusul di http://www.aandanti.com ya… Ditemeni polah dedek yang sedang akrobat dalam perut, sekarang mau cerita aja kejadian pagi tadi. Sebenarnya sejak malam nih, karena suami ada jadwal ngelingker jadi otomates nggak bisa dihubungi dulu, nggak ada ucapan apa-apa dulu, tapi saya sih sempet sms gini;

“Malam ini setahun yang lalu, kita belum halal, dalam hati berujar, ayo datanglah harii…besok akad akan diucapkan. Dan seketika cinta tumbuh pada detik pertama akad selesai terucap :-*”

Nggak dibales, saya sih maklum. Pagi jam 05.00 kira-kira si suami sedang sarapan saya coba menghubungi lagi, dan tak ada jawaban, hieks. Kemudian jam 8 atau 9 ya? saya nggak ngecek jam, tiba-tiba terdengar ringtone hape di dalam kamar, herannya saya tak mengenal ringtone hape tersebut, tetapi kenapa ya kok suaranya bersumber di dalam kamar ini? batin saya.

Karena lama tak mati-mati saya penasaran, masak sih ada yang titip hape di kamar saya? Yaudah saya cari-cari nggak ketemu juga, padahal telinga saya sudah yakin sumber suara berasal dari rak tempat saya sementara menyimpan barang-barang baby newborn. Suara ringtone belum mau berhenti, barulah saya temukan bungkusan aneh di antara barang-barang dedek. Sebuah kado!! Hahaha saya langsung sumringah memegangnya. Dibungkus kertas kado lope-lope saya yakin ini adalah gift dari suami tercintah. Xixixixi. Tidak sabar saya robek kertas pembungkusnya, dan taraaa…!! Isinya tablet!! hawhawhaw…!! Saya lalu sibuk mereka bagaimana barang ini bisa ada di kamar saya, ah pasti konspirasi sama adik iparnya iniii… hahaha:))

DSC01723

 

Makasih ya suamiku, antara senang dan tidak enak juga diberi hadiah ini. Yang pasti cintaku untukmu bagaikan kuku jariku yang selalu tumbuh dari hari ke hari. Ciehhh… :p

Pelukan untuk Ibu Baru

Beberapa hari terakhir saya sedang konsentrasi membaca buku yang berjudul Chicken Soup for the New Mom’s Soul. Dan ketika sampai pada bab tentang fase menjadi ibu baru, tak kusangka ternyata beberapa ibu (mungkin lebih banyak lagi di dunia ini) merasa begitu kesepian, terasing, dan terisolasi di kehidupan barunya sebagai seorang ibu baru. Bahkan, pada seorang ibu yang telah memimpikan menjadi ibu sejak ia sendiri masih anak-anak!!

Buku

Rada khawatir juga, sehingga dalam beberapa detik saya hampir memutuskan untuk berhenti membaca buku tersebut demi menghalau galau yang tidak diundang. Tetapi beberapa detik berikutnya ada gagasan yang tiba-tiba timbul untuk mengatasi kegalauan-kegalauan ibu baru. Mau tahu apa itu??? Mau tahu aja atau mau tahu banget? *mulai kepo deh 😛

Ya, jadi karena menjadi ibu baru kadang terasa berat bagi beberapa orang, kenapa tidak kita bentuk semacam club/komunitas parenting saja? Formatnya jadi mirip komunitas homeschooling gitu. Jadi dari sekarang nih kita kumpulin ibu-ibu yang sedang hamil untuk menjadi target anggota club. Ngapain aja kegiatan di club ini? Ya tentunya nggak jauh-jauh sama yang ada hubungannya dengan ke-orangtua-an alias parenting. Ntar ada rekreasi bareng, seminar kecil-kecilan, arisan, pelatihan, dan yang pasti ada sharing momentsnya dong. Gimana seru nggak kedengarannya?

Hanya saja bingung juga mau mulai darimana? Sebenernya sudah ada lo komunitas parenting di Jogja di fesbuk, cuman saya nggak tahu ada kopdarnya nggak, atau acara-acara pertemuan gitu, atau hanya sebatas grup sharing online saja.

Kalau ada ibu hamil di sini, kira-kira tertarik bikin gak? Yuk!!

Pisang untuk “Nanda”

Hari ini, sepulang kantor mama mendapati setandan pisang yang tadi pagi masih utuh tinggal separuh di meja dapur.

“Hah, pisange sapa yang makan? jangan taruh sini, ini tu vitamin buat Nanda, taruh di kamar!”

Nanda, adalah nama samaran dari nama calon anakku besok, hehehe. Ada-ada aja si mama. Setelah itu, saya mendapatkan kultum tentang makanan bergizi utnuk ibu hamil. Gimana ya, kalau muat sih semua juga pengen saya masukin perut ya, tetapi entah mengapa sejak hamly tua perut sangat gampang terasa penuh meski hanya makan secuil roti/ubi.

Sehattttt….!!!!!!! Muach!

Bertandang ke Rumah Sunny Boy

Hari ini tak berniat untuk ke mana-mana selain ke grebeg buku Jogja yang diadakan di gedung mandala bakti wanitatama, hari terakhirrrr….!! Dan saya lumayan lama tak ke pameran buku. Sejak ada kehidupan dalam perut ini, saya menempatkan kebutuhannya sebagai prioritas tertinggi dalam hidup saya (ceile…). Mulai dari baju, makanan (nggak juga deng, masih dipengaruhi hawa nafsu bundane :P), sampai kepada pilihan buku bacaan. Dari perburuan kali ini saja ada 3 buku anak dari 4 buku yang saya beli, hehehe…

Bismillah, Insya Allah niat saya, kelak dedek ini jadi anak yang suka membaca buku dan juga menulis buku. Aamiin…

Dan satu buku tentang “the cars” saya beli khususon untuk mantan murid homeschooling saya, Sunny.

Sunny boy

 

Tetapi rupanya, ketertarikannya sudah jauh beralih pada dinosaurus!! Entah mungkin suatu hari nanti buku stiker itu akan dibukanya. Hehehe 😀

Begitu takjubnya saya, ketika Sunny memamerkan buku-buku dinosaurusnya, dan menyebutkan namanya satu persatu tanpa pikir panjang dan lama, oh, tadi sempat dia terlupa, “Iniii…. eng apa ya?”, dia memegang kepalanya yang mungil lalu, “Ohh… ini… _______” (Saya sendiri nggak paham namanya).

Ya begitulah, rindu aku bercengkrama dengan anak-anak cerdas seperti dia. Tetapi Insya Allah sebentar lagi, bercengkrama dengan anak sendiri, semoga lebih bisa sabar, kuat dan diberikan kemudahan membimbing anak ini. Aamiin.

Saya masih Anak Mama ternyata

Anak mama di sini tidak untuk diartikan manja, bunda bundi. Di mana-mana setiap orang pastilah menjadi kesayangan ibunya masing-masing, betul? Ya, meskipun harus diakui bahwa ekspresi orang tua mencintai anak-anaknya bisa berbeda-beda. Dan tentu saja sekarang bukan saatnya saya membahas tentang maraknya kekerasan pada anak-anak ya, nanti semga kita bisa buat postingannya, sekaligus bahas cara-cara orang tua menghadapinya. Tapi nanti. Oke?

Sebelum menikah, sebenarnya perhatian mama saya sudah sangat-sangat lebih. Entah yang membelikan saya apa, ngasih saya apa, masakin saya apa, banyak deh. Nah, setelah menikah pun begitu, tetapi sekrang posisinya mamah adalah; menjadi mama baru untuk suami saya. Hihihi. Iya, bagaimana? Sampai bagaimana melayani suami pun mamah terbilang cukup cerewet. Harus begini begitu, dan nggak boleh begini begitu. Ohhh, begitulah.

Sekarang, lain lagi, sudah mau ada cucu di rumahnya. Dan bertambah-tambah pula perhatiannya padaku, meskipun dalihnya selalu untuk cucunya. Haha! Contohnya, pagi hari sebelum ke kantor mamah sudah masukin segelas rebusan kacang ijo ke kamar, agak siangan ntar disms, “udah diminum belum kacang ijonya?”, pulang dari kantor tiba-tiba masuk kamar mbawain semangkok daging alpukat yang dicampur susu kental manis. Nanti malam lagi, ditanyain lebih beragam lagi; “telornya dah dimakan belom? kacang ijonya tadi pagi dah dihabisin? (maklum suka lupa :p)”, atau, “pisangnya dimakan, buat nutrisi anaknya”, de el el.

Ya, nggak di rumah orang tua, nggak di rumah mertua, selalu mendapatkan curahan perhatian. Senang! Jadi mikirin si ayah nih yang lagi perjuangan di pulau seberang, sendiri, nggak ada yang merhatiin (kecuali ibu kontrakan yang semakin sering kirim makanan, akhir-akhir ini), baik-baik ya ayah di sana. Kita doakan dimari 😉

Meskipun akan menjadi orang tua, saya pun masih memiliki orang tua yang begitu perhatian dan memanjakan. Thank you, oma (panggilan dedek nanti buat mamah, hehe). We love u full!! :-*