Pelukan untuk Ibu Baru

Beberapa hari terakhir saya sedang konsentrasi membaca buku yang berjudul Chicken Soup for the New Mom’s Soul. Dan ketika sampai pada bab tentang fase menjadi ibu baru, tak kusangka ternyata beberapa ibu (mungkin lebih banyak lagi di dunia ini) merasa begitu kesepian, terasing, dan terisolasi di kehidupan barunya sebagai seorang ibu baru. Bahkan, pada seorang ibu yang telah memimpikan menjadi ibu sejak ia sendiri masih anak-anak!!

Buku

Rada khawatir juga, sehingga dalam beberapa detik saya hampir memutuskan untuk berhenti membaca buku tersebut demi menghalau galau yang tidak diundang. Tetapi beberapa detik berikutnya ada gagasan yang tiba-tiba timbul untuk mengatasi kegalauan-kegalauan ibu baru. Mau tahu apa itu??? Mau tahu aja atau mau tahu banget? *mulai kepo deh 😛

Ya, jadi karena menjadi ibu baru kadang terasa berat bagi beberapa orang, kenapa tidak kita bentuk semacam club/komunitas parenting saja? Formatnya jadi mirip komunitas homeschooling gitu. Jadi dari sekarang nih kita kumpulin ibu-ibu yang sedang hamil untuk menjadi target anggota club. Ngapain aja kegiatan di club ini? Ya tentunya nggak jauh-jauh sama yang ada hubungannya dengan ke-orangtua-an alias parenting. Ntar ada rekreasi bareng, seminar kecil-kecilan, arisan, pelatihan, dan yang pasti ada sharing momentsnya dong. Gimana seru nggak kedengarannya?

Hanya saja bingung juga mau mulai darimana? Sebenernya sudah ada lo komunitas parenting di Jogja di fesbuk, cuman saya nggak tahu ada kopdarnya nggak, atau acara-acara pertemuan gitu, atau hanya sebatas grup sharing online saja.

Kalau ada ibu hamil di sini, kira-kira tertarik bikin gak? Yuk!!

Pisang untuk “Nanda”

Hari ini, sepulang kantor mama mendapati setandan pisang yang tadi pagi masih utuh tinggal separuh di meja dapur.

“Hah, pisange sapa yang makan? jangan taruh sini, ini tu vitamin buat Nanda, taruh di kamar!”

Nanda, adalah nama samaran dari nama calon anakku besok, hehehe. Ada-ada aja si mama. Setelah itu, saya mendapatkan kultum tentang makanan bergizi utnuk ibu hamil. Gimana ya, kalau muat sih semua juga pengen saya masukin perut ya, tetapi entah mengapa sejak hamly tua perut sangat gampang terasa penuh meski hanya makan secuil roti/ubi.

Sehattttt….!!!!!!! Muach!

Bertandang ke Rumah Sunny Boy

Hari ini tak berniat untuk ke mana-mana selain ke grebeg buku Jogja yang diadakan di gedung mandala bakti wanitatama, hari terakhirrrr….!! Dan saya lumayan lama tak ke pameran buku. Sejak ada kehidupan dalam perut ini, saya menempatkan kebutuhannya sebagai prioritas tertinggi dalam hidup saya (ceile…). Mulai dari baju, makanan (nggak juga deng, masih dipengaruhi hawa nafsu bundane :P), sampai kepada pilihan buku bacaan. Dari perburuan kali ini saja ada 3 buku anak dari 4 buku yang saya beli, hehehe…

Bismillah, Insya Allah niat saya, kelak dedek ini jadi anak yang suka membaca buku dan juga menulis buku. Aamiin…

Dan satu buku tentang “the cars” saya beli khususon untuk mantan murid homeschooling saya, Sunny.

Sunny boy

 

Tetapi rupanya, ketertarikannya sudah jauh beralih pada dinosaurus!! Entah mungkin suatu hari nanti buku stiker itu akan dibukanya. Hehehe 😀

Begitu takjubnya saya, ketika Sunny memamerkan buku-buku dinosaurusnya, dan menyebutkan namanya satu persatu tanpa pikir panjang dan lama, oh, tadi sempat dia terlupa, “Iniii…. eng apa ya?”, dia memegang kepalanya yang mungil lalu, “Ohh… ini… _______” (Saya sendiri nggak paham namanya).

Ya begitulah, rindu aku bercengkrama dengan anak-anak cerdas seperti dia. Tetapi Insya Allah sebentar lagi, bercengkrama dengan anak sendiri, semoga lebih bisa sabar, kuat dan diberikan kemudahan membimbing anak ini. Aamiin.

Tulisanku Seputar Parenting

Malam ini, saya iseng jalan-jalan di blog multiply saya dan membaca-baca ulang beberapa tulisan (terutama) tentang dunia parenting yang pernah saya buat. And u know what? Ternyata saya rada jago juga ya merangkai kalimat menjadi sebuah artikel yang layak dibaca, ahahaha~ =P

 

Kalau ada kesempatan, sila mampir ke link berikut >> http://keluargabahgia.multiply.com

Semoga manfaat yak!! Boleh kok sharing sama saya 😉

*update 28 maret 2013
Dikarenakan multiply sdh tak support blog(ger), maka otomatis link di atas sudah tak dapat dibuka lagi, back up data saya lakukan di http://www.sukmadanty.blogspot.com. Monggo diacak-acak lagi isinya ^___^

Running Man (TV series on Korea)

Saat ini saya lagi gandrung sama satu program acara televisi dari Korea ini, Running Man. Wowowowowowow….!!! Awalnya tak tertarik blas sama acara ini, karna meski kata temenku reality show ini kocak abis i guess tetep aja selera humor beda Bangsa ini bakalan beda. Tetapi setelah iseng, beneran iseng karena temen saya tersebut memaksakan ngopiin mp4-nya ke flashdisk saya (dan bukan film yang saya pesen -_-“), well… boahahaha… ternyata seru juga nontonnya, selera humor kami ndak beda jauh. Dan sebenarnya bukan karena mereka sengaja melucu yang membuat saya terkekeh-kekeh, tapi aksi dan reaksi mereka saat menjalani semua misi dari sutradara sangat natural justru membuat acara ini hidup sehidup-hidupnya.

Dan setelah browsing sana sini, ternyata penggemar acara running man garapan korsel ini di Indonesia lumayan banyak, sampai-sampai di jogja ada komunitas “jogja runners” yang juga secara rutin mengadakan games-games yang mirip dalam running man.

Bagi yang penasaran tentang acara ini, saya sekilas jelaskan secara singkat saja ya.

Continue reading

Mencari Semangat di Belantara Kesunyian

Kenapa saya butuh semangat? karena keadaan saya yang bekerja sendirian memang tak mudah bund2 untuk membangun keistiqmahan untuk terus semangat dalam bekerja, maksud bekerja di sinilah adalah berkarya, bersinergi, dan lain sebagenya.

Sebenarnya ada beberapa formula yang saya yakini dapat membangkitkan semangat dan mendorong pekerjaan saya cepat selesai, yakni:

1. Rajin Silaturahim. Biasanya pas silaturahim kita jadi menyampaikan dan atau mendengarkan curcol-an. Nah dari situ kita biasanya jadi membandingkan dengan diri sendiri, Kalau curcolan temen kita itu baik dan penuh kata2 positif niscaya menjadi semangatlah kita. Andai pun curcol-an teman kita itu bersifat mengenaskan, kita jadi tambah bersyukur karena keadaan kita lebih baik darinya.

2. Membunuh rasa malas dalam diri. Caranya? Continue reading

Sudahkah Aku Menjadi Kawan yang Menyenangkan? #Renungan jilid 3

Kawan adalah hidupku, musuh adalah kematianku. Ungkapan ini tidak bisa diterjemahkan mentah-mentah, artinya justru lebih dalam dan mengena karena ia adalah sebuah idiom [1]. Tidak bermaksud mencari-pembenaran, tetapi sebagai seorang sangunis, hidup dengan banyak teman adalah gaya hidupnya. Meski ya, diakui jika tujuan berteman lebih banyak untuk network, sementara teman untuk dijadikan sebenar-benar teman kami sangat pilah pilih.

Jika sudah memilih, maka saya akan fokus pada kawan tersebut. Continue reading

Berapa yang Kita Sisakan untuk Hak Sodara Kita? #Renungan Jilid 2

Hai Bund2, selamat pagi! 🙂 Sehat yah! Alhamdulillah Saya juga masih bersemangat pagi ini, meski ya… Mas Atha, murid Homeschooling saya sudah tak bersama saya hari ini. Paling tidak saya sudah cukup menemukan si HIKMAH dan belajar banyak dari seorang Atha.

Pagi ini, saya ingin menyampaikan uneg-uneg saya yang kedua, yaitu tentang sedekah. Berapa bagian dari harta kita yang telah sampai pada ahlul hak? Astaghfirullah, kalau ditanya seperti itu, maka akan muncul jawaban yang memalukan dari lisan saya. Padahal Allah telah menjanjikan banyak keutamaan-keutamaan dari sedekah yang kita lakukan. Bukan hanya harta kita yag dilipatgandakan, namun juga keutamaan yang bernilai ukhrowi yang tak mampu digantikan dengan seluruh isi dunia ini. Continue reading

Mamaku Adalah Ibuku #Renungan Jilid 1

Sore ini, hati dan pikiran saya tergerak di satu titik, Ibu. Seorang wanita yang dari rahimnyalah aku lahir, dari tangannyalah aku terdidik, dan dari doanyalah aku mewujud. Menjadi seperti ini. Aku memiliki apa yang tak dimiliki oleh wanita lain. Aku juga memiliki ibu yang tak seperti orang lain miliki. Ibuku yang istimewa.

Aku memanggilnya mama, meski kata orang “mama” berarti uang saku yang lebih. Haha. Tapi ibuku lebih suka kami panggil mama. Ya mama. Ah aku ingin menangis. Dan di penghujung inginku, perlahan air mata itu bergulir satu demi satu. Aku ingat banyak, banyak hal yang tak patut aku lakukan sebagai seorang anak. Mamaku menaruh harapan-harapan di pundakku, dan banyak di antaranya aku tentang dengan alasan aku memiliki kehidupanku sendiri. Aku sering egois memikirkan perasaanku sendiri, lalu mengorbankan perasaan halusnya.

Mama, mama… sebenarnya banyak hal yang ingin kulakukan untukmu. Membuktikan baktiku padamu. Namun dikarenakan egoku, sering sekali cita-citaku untukmu tersamar, bahkan pupus begitu saja. Mama, Continue reading

Mengatasi Kolik Ponakanku

Yeah, agaknya Allah tau aku kehilangan banyak inspirasi menulis artikel, lalu Dia yang Maha baik memberikan aku kesempatan ini. Menenangkan bayi kolik! (Aku lebih seneng menulis berdasar pengalaman, dibanding asal comot sana sini).

Sebenarnya (mungkin) bukanlah kolik dalam arti sesungguhnya, karena aku juga tidak tahu ritme tangisan bayi yang menjadi “korban”ku kali ini. Hm. Kalau dalam arti sesungguhnya, kolik itu semacam tangisan bayi terus menerus selama hampir 3 jam/hari terutama pada waktu sore menjelang malam. Penyebabnya pun konon belum banyak diketahui secara pasti, banyak faktor “X” yang menyertai pokoknya.

Ceritanya, pas baru nyampe rumah aku mendengar suara tangisan bayi, aku pikir itu bayi tetangga yang rumahnya memang berada di depan rumahku. Betul-betul tangisan yang menyayat hati, tumben suaranya sampai rumahku (biasanya sih itu bayi anteng benderang *Loh?). Pas baru masuk kok suara tangisnya semakin kencang, barulah aku curiga kalo ada bayi di dalam rumahku, langsung deh menebak itu bayinya sepupuku yang baru beberapa bulan.


Tada! bener aja, Continue reading