Sedih

Sekarang mestinya saya sudah tidur, tapi mata ini sulit terpejam, hati ini pun merasa bgitu sedih. Ya Rabb, ampuni aku, pastilah kerana jauh dari-Mu aku merasa demikian. Semestinya aku tumbuh semakin dewasa menghadapi setiap masalah-masalah, ampun ya Rabb.

Curhat, saya tahu tak semua masalah harus disiarkan, maka malam ini saya hanya menyediakan waktu bagi mata yang segar ini untuk sekedar berkata-kata di media blog. Di samping saya tertidur calon orang besar, saya pun sontak merasa malu sekaligus merana, bagaimana saya membesarkan anak ini sebagai orang besar jika saya, ibunya saja berkelakuan rendah seperti mengeluh dan mengeluh. Astaghfirullah.

End saja. Eh, ketinggalan senyumnya,🙂

2 responses

  1. Sy juga merasa seperti itu. Dari sebelum lahir anak pertama selalu mensugesti diri bahwa anak-anakku adalah org2 besar, so I have to keep up with them. Rasanya malu, dititipin manusia besar masa depan, tapi kelakuan masih banyak yang perlu diperbaiki. Semoga Allah terus membimbing kita semua. Aamiin.🙂

    • aamiin betul mbak Hanna, nyemplung dlm komunitas2 pendukung jg membantu kita ingat akan tujuan kita ysb. Smf istiqomah dlm kebaikan dan niat baik dlm mendidik anak2 kita ya, aamiin…

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s