Sensi-tif

Nah, lama nggak muncul sekali muncul judulnya nggak enak nih, hehe… baiklah biar terasa enak kita bawa santai aja yak. Jadi ceritongnya, sejak melahirkan saya mendadak menjadi super sensitif, padahal mungkin niatnya orang bercanda yah, etapi sayanya nganggepnya mah serius. Kalau dipikir2 mah, sejak hamil kali yah, tapi saya mah lupa kadar sensinya seberapa seberapa, kalau ditanya ya saya rasain tinggian sekarang yah, orang yg dulu udah berlalu, udah lupa.

Rasanya itu nggak karuan deh kalau sensi melanda, antara sebel, pengen maapin, sama bete. Ujung2nya anak jadi korban, hiks, maafin bunda nak. Soalnya kalau saya lagi galau akibat sensi ini, si baby langsung deh rewel, dan rewel di saat saya bad mood itu nggak bagus. Nggak ada senyum2nya buat nenangin si bayi, kasian ya hiks.

Entah orang yang buat saya badmood ngerti atau enggak, saya biasanya cuman diem saja. Bukan tipe blak2an kalau situ nyakitin hati gue, hihihi… yasud lah… namanya orang beda2 yah… daripada sayanya bete, trus berefek sama anak saya, juga produksi ASI saya, mending jauh dulu sama orang yang buat bete. Siapa? Ya ada temen, keluarga, tetangga…

Udahan dulu, si hubby nelfon…

2 responses

  1. Pada saat perasaan sensi datang, tenangkan pikiran trus istighfar, kalo perlu segera basuh dengan air wudhu, insya Allah, perasaan itu segera lenyap.
    Jangan sampai terlena membuka pintu-pintu masuknya syetan.

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s