Menikmati Djogja Selagi Bisa

Belakangan ini saya mulai sering kepikiran sama Djogja; suasananya, orang-orangnya, tempat-tempat favoritnya, keramaiannya, tradisinya. Hhhh~. Pasalnya sebentar lagi saya akan meninggalkan Kota ini untuk sementara. Meski sementara, namun toh terasa gimanaaa gitu yah! =)

Dahulu, sebelum saya menikah, tak pernah terbersit sedikit pun untuk meninggalkan Djogja. Saya sudah terlanjur enjoy dengan kota ini, sudah kadung cinta mati gitu, haha~

Tetapi, menjelang pernikahan saya mulai berpikir untuk sedikit-sedikit keluar dari zona zaman, salah satunya ya dengan melalangbuana keluar sana. Pasti ada banyak hal menarik di luar sana, meskipun tetap saja ketakutan-ketakutan yang membayangi. Sekali lagi, akan banyak hal menarik di luar sana. Bumi Allah yang maha luas ini akan sangat sayang untuk dilewatkan!! Toh enggak ke luar Indonesia, masih di Indonesia inih, Presidennya masih Mister EsBeYe.

Jadi, menyusuri jalanan di Djogja, membelah kota dengan sepeda bermesin (agak) tua, menjadi sangat nikmat akhir-akhir ini. Membayangkan bahwa untuk berapa waktu saya tidak akan melewatinya lagi, membayangkan perjalanan demi perjalanan saya di kota ini hanya akan menjadi simpul-simpul kerinduan dari tempat yang jauh di sana. Apalagi saat menikmati fasilitas yang ada saat ini, semua fasilitas yang ada dalam benak saya; barang-barang murah, dekat, tempat-tempat “nongkrong”, toko buku, kampus, rumah kawan, dan lain sebagainya. Wah pasti benar-benar akan membuat saya kangen berat sama Djogja!!

Ahaha!

Mungkin saya terlalu berlebihan jika beranggapan seperti itu, toh saya belum sungguh-sungguh mengalami kehidupan di luar sana. Siapa tahu jauh di sana kehidupan terasa lebih menantang, tidak membosankan (Hidup di Djogja dengan segala keenakannya kadang membosankan). Ya, siapa tahu? Saya akan menjadi lebih hidup di luar sana. Haha. Semoga. Doakan saya =)

3 responses

  1. aamiin.. semoga dpt menemukan luasnya ilmu Allah di luar sana🙂
    “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al Mulk: 15)

    btw, kok nulisnya Djogja sih? harusnya Djogdja😦 soalnya kalau Djogja kalau diubah ke ejaan baru jdnya kan Jogya -_-”
    sy paling sebel tuh kalau baca tulisan Jogya, kok nggak Yogya atau Jogja sekalian gitu loh?

    *Jogja pancen ngangeni*

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s