Long Distance Relationship (is killing me)

Mahap sodarawan wa sodarawati apabila terdapat ke-lebay-an dalam memilih judul jurnal kali ini. Sebenarnya inti dari postingan kali ini sih bukan tentang LDR, tetapi tentang berbagai obrolan dengan suami selama LDR-an. Ada hikmahnya jua rupanya kami berjauhan begini.

Sebulan kami berkomunikasi via telepon, satu topik yang paliiing sering kita bicarakan adalah tentang keuangan. Maklum namanya keluarga baru yah, topik keuangan menjadi isu strategis bin sensitif untuk dibahas. Sebenarnya obrolan kami belum 100 % menemukan jalan terang, yah masih redup redup gimanaaa…gitu… Maklum (lagi), sulit juga mengaplikasikan ilmu jika kondisinya masih berjauhan (nyalahin kondisi mulu dari tadi =D).

Tetapi garis besarnya kami sudah memiliki hampir kesatuan prinsip, karena baru hampir, jadi dalam perbincangan tetap ada pro dan kontra dong. Konon, katanya laki-laki itu tergolong mahluk yang berani mengambil resiko, sedang kebalikannya wanita itu cenderung terlalu berhati-hati dan cemas dalam menjalankan sebuah keputusan. Lebih-lebih jika yang dilakoni adalah berkaitan dengan dunia bisnis dan investasi, beuuhh…!! Bener juga loh!! Karena begitulah saya dan begitulah suami saya. Tetapi Alhamdulillah, perbedaan cara pandang itu justru melengkapi dan saling menentramkan satu sama lain.

Kembali tentang keuangan, sebagai organisasi kecil yang disebut keluarga, maka manajemen keuangan sangat perlu dilakukan. Hal ini tentu saja bertujuan untuk menciptakan situasi dan kondisi keuangan keluarga lebih damai sejahtera. Hohoho. Kalau dari buku yang saya baca berjudul; cantik, gaya, dan tetap kaya, ada yang namanya prinsip zapfin: zakat, asuransi, kebutuhan rutin saat ini, menabung, dan investasi.

Jadi, prinsip awalnya, kita rekam arus kas selama 3 bulan terakhir. Dari situ akan ketahuan di manakah pos anggaran yang paling memakan korban, eh anggaran. Setelah kita tahu maka jika ternyata anggaran kita banyak terserap di  anggaran jajan bulanan (ra mutu, ini asli persis saya =P), maka bulan depan kita bisa merencanakan untuk lebih mengirit di anggaran jajan bulanan, dengan tujuan meningkatkan jumlah saldo akhir. Nah, untuk macam tabungan, invest, dan asuransi bisa dibicarakan dengan lebih baik jika sudah memiliki perencanaan anggaran yang lebih matang seperti ini.

Gimana caranya, hmm… saya juga masih harus belajar sih, nanti kalau sudah ahli saya ceritakan lagi deh. Hehehehe…😛

2 responses

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s