Melankolis

Berkelana di dunia maya, di tempat-tempat yang memuja keindahan kata, yang mengagumi dan menghormati perasaan manusia, di sana saya terpekur, dan pikiran saya melalang buana pada beberapa periode yang telah berlalu, beberapa tahun yang lalu. Di mana pada waktu itu, begitulah saya, berdamai dengan perkara dunia dengan membulirkan rentetan kata-kata, hingga akhirnya melahirkan kalimat-kalimat yang mengalir indah dan menyentuh jiwa. Namun sekarang? Oh lihatlah ketololan saya, kebodohan dan kegalauan yang begitu kekanakan. Malu rasanya.

Saat ini saya sedang tergila kembali dengan aktivitas membaca, bahkan saya mulai menyukai bualan-bualan dalam cerita roman. Ah ya, mungkin ini yang menyebabkan saya menjadi melankolis begini. Tetapi sekali waktu ijinkanlah perasaan saya yang maju ke hadapan. Memang, jiwa petualang dan kesukaan saya terhadap lelucon murahan tak dapat saya tinggalkan, biarlah sering-sering mereka mengerjai hari-hari saya, jangan dicegah barang dengan suasana yang melankolis seperti ini. Hey, iya, saya bilang ini hanyalah sebuah perasaan melankolis yang sekali-kali saja mampir, membuktikan bahwa ada sisi lain dari sisi saya; keindahan jiwa yang menjelma dalam kata.

Okay, saya betul-betul merasa rindu pada  masa itu, masa di mana saya selalu menulis dengan jiwa yang bahagia, tenang, dan lapang. Masa yang penuh dengan keseriusan. Dan, saya kembali, setidaknya saya masih bisa seperti dulu lagi🙂

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s