Cara Bijak Mengatasi Jerawat

Ngomongin jerawat yuks! Secara saya sedang jerawatan nih, jadi pas banget!! :p

Tetapi karena kenyataannya saya bukan ahli kecantikan, bukan ahli kulit, apalagi dokter, bukaannn!!! tidakkkk!!! jangannn… *hoy mbak, plis deh…

Oiya maap maap, sampai mana tadi? oh ya, karena aku bukanlah superstar, kaya dan terkenal, na na na na na… *Ini kalo diilustrasikan sebuah panggung seminar, pasti saya sudah kehabisan audience.

Intinya, apa yang saya ceritakan adalah murni pengalaman sendiri tanpa campur tangan Pemerintah Indonesia *Apa urusan mereka mbak?* Ya nggak ada sih, setidaknya Pemerintah Indonesia ada Mentri Kesehatannya, yang menjamin kesehatan kulit rakyatnya, sehingga prosentase jerawat rakyat akan berkurang hingga point 50 %. Aamiin.

Jadi para pembaca yang budiman dan budimin, jika anda memiliki permasalahan jerawat seperti saya pada umumnya, ada baiknya anda simak baik-baik petuah saya ini, syaratnya hanya satu, jenis kulit anda sama dengan punya saya. Kalau tidak sama, segeralah bertobat dan tutuplah halaman blog saya dengan segera, karena saya tidak menjamin jika anda tidak segera menutup blog ini, anda akan addict dan meneruskan membacanya hingga tuntas. Ingat jangan salahkan saya!

Jenis kulit saya tergolong berminyak, dengan ciri-ciri kulit pori besar seperti kulit jeruk, kalau siangan udah mengkilap kayak kilang minyak yang gak habis-habis dikeruk, udah gitu juga yang sebenarnya mengesalkan adalah mudahnya jewawat tumbuh di pemukaannya. Aww!!

Sama? bagus! Kita lanjutkan. Sebenarnya kulit saya ini kulit badak. Err… jangan bayangkan muka saya seperti muka badak yah, maksud saya itu kulit yang bandel, jarang kesampiran penyakit kulit seperti jewawat, namun akibat dari badai el nino yang menghantam kepulauan Indonesia beberapa waktu yang lalu, yang berakibat cuaca ekstrem selama beberapa dekade, membuat kulit saya akhirnya angkat tangan. Akhirnya tumbuh juga masalah-masalah kulit yang biasanya malas menghinggapi.

Selama bertahun-tahun saya menghabiskan umur untuk memikirkan jewawat membandel ini, karena ternyata kulit saya memang penuh dengan nutrisi bagi kuman-kuman penyebab jewawat. Aih, ya berbagi ladang gak ada salahnya *habis itu nangis-nangis dah*

Pelajaran berharga bagi saya adalah, pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan kulit wajah. Setelah kulit saya akhirnya sekarang lumayan halus kembali *meski gak smulus dahulu*, maka secara rutin saya membersihkan wajah, apalagi setelah beraktivitas seharian, muka saya sudah kayak tembok, ketempelan debu dan yang lainnya. Dan bilamane wajah saya berjerawat? Nah, ini dia point penting dari jurnal ini!! Siap-siap yak:

1. Tenangkan diri anda, karena kalau anda tidak tenang, tentu saja itu akan mengganggu ketenangan pihak lain di sekitar anda. Singkirkan benda-benda yang mudah pecah dari dekat anda, sebelum mereka menjadi korban.

2. Mendekatlah sejenak kepada cermin, dan katakan, “cermin…cermin… apakah aku masih terlihat cantik??”, jika ia berkata jujur seperti, “oh tentu tidakkk!! Kamu bagaikan the beast dalam sebuah film animasi…” maka terimalah dengan lapang dada, karena jika sudah kenyataannya mau diapain lagi… *ditimpukin rame-rame*

3. Peringatan selanjutnya, jangan coba-coba pegang jewawat yang sedang menghimpun kekuatan dari balik kulit anda! anda tidak tau kan seberapa banyak kuman yang nempel di tangan anda, kalau anda memang penasaran dengan si jewawat cukup pandangi saja, nggak mbayar kok! Mencintai kan tidak harus memiliki, okay?

4. Jika jerawat tersebut meradang, oleskan obat jewawat yang cocok untuk kulit anda. Beberapa obat jerawat (tumben nulisnya bener) bisa tak berpengaruh pada beberapa orang. Tapi jangan berlebihan ya, oleskan hanya pada yang berjerawat, jangan dioleskan ke seluruh permukaan kulit, ingat, obat bukanlah krimwajah yang sama seperti di pasaran. Tetapi kalau anda ingin menambah amal jariyah kepada jerawat-jerawat itu, ya monggo saja, kemungkinan jerawat-jerawat lain akan berterima kasih telah anda undang.

5. Bersabarlah, karena ujian jerawat ini mungkin akan memakan waktu lebih lama daripada yang anda inginkan. Ingat! Jerawat juga ingin eksis! Berikan mereka kesempatan beberapa hari saja.

6. Tetap rajin-rajinlah membersihkan muka dengan cleanser+tonik yang sesuai dengan jenis kulit anda, saya sih pakai viva cleanser cucumber.

7. Bersyukurlah, jika jerawat mulai mengering, jangan tergoda untuk segera mengenyahkannya dengan cara ditetel-tetel (bahasa Indonesianya: dikelupas sendiri). Biarkan ia netel sendiri, eh mengelupas sendiri.

8. Masih ada masalah, sharingkan masalah anda di box komentar di bawah ini.

Suksessssssssssssss!!!!!!!! Semoga jerawat yang sedang silaturahim tidak mengganggu aktivitas anda, sebagaimana tamu, ia wajib dijamu. Perlakukan ia dengan layak, karena jerawat juga milik manusia.

*Ditulis dengan bahasa kekacauan, sekali-kali meracau kacau :p

2 responses

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s