Memanipulasi Pikiran Anak :p

Mungkin bukan hanya anak kecil yang bisa kita perlakukan seperti ini, bahkan pada beberapa kasus, orang dewasa pun dapat kita pengaruhi. Kasus termudah yang dapat kita temukan adalah hipnotis, di mana kita bisa mengatur pikiran orang yang kita inginkan. Mempengaruhi pikiran anak kecil adalah hal termudah yang bisa kita lakukan tanpa harus memiliki ilmu hipnotis. Sangat sederhana, bahkan saking sederhananya, orang yang belum berpengalaman pun mampu mempraktekkannya langsung.

Cukup dengan menukar option yang kita lontarkan, maka hampir dapat dipastikan anak akan memilih option terakhir yang kita sebutkan. Mudah ya? Tetapi ada juga anak yang tak mudah dimanipulasi, kalau dia inginkan itu maka apa pun tak bisa merubahnya, boro-boro ia menuruti apa yang kita katakan, justru yang terjadi adalah tantrum temper. Ada pengalaman yang sebenarnya tidak ada di buku mana pun yang suka saya praktekkan, bagaimana caranya membuat anak memilih apa yang kita inginkan.

Pertama, lakukanlah pola komunikasi kepada anak dengan tepat; mendekat, tidak berteriak, dan sejajarkan tinggi tubuh kita dengannya (bisa dengan jongkok/bungkuk). Hal ini akan memudahkan anak menangkap pesan kita. Karena sebenarnya anak “tidak bisa” mengerti teriakan anda. Sia-sia meninggikan suara sementara antara tubuh kita dan sang anak saling berjauhan, ia tak kan mendengar anda.

Kedua, bersikaplah tenang, jangan berusaha mensejajarkan nada suara anda dengan anak anda. Saling berteriak hanya akan membuat anda berdua stress, anda adalah orang dewasa yang dipercaya  lebih mampu mengatur emosi.

Ketiga, Berikan pengertian kepada anak tentang mengapa ia tak boleh melakukan ini atau harus melakukan itu. Bersikaplah tegas dan berwibawa. Kalau perlu pasanglah poker face. Anak sekecil apa pun bisa merasakan keseriusan anda dalam berbicara kepadanya.

Keempat, apabila anak bersikap keukeuh dalam mempertahankan keinginannya. Maka berikan ia pilihan, iya, tentu saja ia akan memilih sesuatu yang benar-benar ia inginkan. Eh, sebelumnya anda harus yakin pilihan yang anda lontarkan akan dipilih oleh anak. Sambil terus mengulang kalimat untuk membuat anak memilih apa yg anda inginkan, ulangi pilihan yang anda berikan kepadanya.

Anak: Aku mau makan snack!

Ibu: Sayang, kamu sudah makan snack cukup banyak hari ini kalau terlalu banyak makan snack nanti kamu tidak doyan makan, sekarang waktunya kamu makan siang.

Anak: Aku mau snack!

Ibu: Snack atau makan siang?

Anak: Snack! *tentu saja*

Ibu: kamu sudah makan snack cukup banyak hari ini, sekarang waktunya kamu makan siang. Jadi kita akan makan. Snack/makan?

Anak: Snack!

Ibu: Kita akan makan.

Anak: Ma…kan! *Nah lo, salah ucap dia*

Ibu: Anak pintar, ayo sekarang kita cuci tangan dulu… *Sambil menggandengnya menuju pancuran, mungkin dia akan protes, tapi abaikan sikap capernya*

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s