Debut Moderator

Moderator itu memiliki peran tak kalah penting lo dengan pembicara utama. Alasannya karena moderator itu pemegang kartu jalannya acara. Bisa dibilang, setelah moderator dipersilahkan untuk menggunakan waktunya, otomatis dialah sekarang yang 99 % menguasai panggung acara. Mulai dari memperkenalkan pembicara, mengatur jalannya acara, hingga mengatur waktu acara (yang telah ditentukan sebelumnya) .

 

Pengalaman debut menjadi moderator sebenarnya berawal dari ketidaksengajaan, dan sangat penuh dengan “konspirasi langit”, hehe -sengaja pake kata debut, biar keren :p-. Seminar Nasional Kemuslimahan yang mengangkat tema pernikahan, itulah acara yang pertama kali saya usung (dan berat karena ngusung sendirian :P). Pembicaranya waktu itu Ust Salim A Fillah dan seorang dokter ikhwah alumni UII (saya lupa namanya). Meski bayangan saya acara ini tidak seheboh aslinya, toh ternyata saya sepanggung sama Andi Arsyil, pemeran Furqon KCB, hehe gak penting. Acara yang saya bawa Alhamdulillah lancar meski sempet mual saking groginya.

Trus dari sana, ditawarin temen moderatorin Ustadz Fauzil Adhim waktu awal bulan Ramadhan 1432 H kemarin. Temanya tentang mendidik anak berpuasa. Wii… Alhamdulillah meski tetep grogi, nyatanya lancar2 ria. Dan pesertanya buanyak karena kebetulan acara diadakan menjelang buka di masjid kampus UGM. Fiuhh… Alhamdulillah🙂

Saya bukan tipe orang suka ngomong sebenarnya, tetapi nggak tahu kenapa, kalau pegang mic saya jadi menggila, ya memang tidak selalu menggila karena adakalanya saya pun tak mampu mengontrol kegrogian saya, hihihi. Dan ini saya sadari pas KKN sekitar 3 tahun yang lalu saat menjadi MC di acara perpisahan penduduk. Sebenarnya tak berniat melucu, tetapi saya kaget sendiri karena ketika saya melontarkan guyonan (?) ternyata cukup membuat penduduk di hadapan saya tertawa geli. Habis turun panggung kawan saya langsung mengungkapkan kalau saya tipe sanguinis; si ratu panggung, yang notabene cerewet di panggung. Oh baiklah😀

Ya begitulah, mungkin suatu saat nanti saya bisa sepanggung dengan oang-orang hebat lainnya, seperti Bunda Wirianingsih, hehe. Aamiin.

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s