Melunakkan Kerasnya Hati

Tulisan berikut saya nukilkan langsung dari buku berjudul Rahasia Kematian, Alam Akhirat & Kiamat karya Imam Al Qurthubi. Menurut para Ulama, hati tidak dapat mengambil manfaat dari ziarah kubur, apalagi hati yang keras. Karenya sebaiknya ia mengatasinya dengan empat hal.

Pertama, rajin mengaji di majelis-majelis taklim untuk mendengarkan nasehat, pelajaran, peringatan, cerita orang-orang soleh, dan lain sebagainya. Hal itu bisa melunakkan hati.

Kedua, mengingat kematian sebagai suatu peristiwa yang pasti akan melenyapkan semua kenikmatan, memisahkan dari keluarga serta handai taulan, dan membuat anak-anak menjadi yatim.

Ketiga, menunggui orang yang sedang dalam keadaan kritis. Dengan menyaksikan keadaan orang yang sedang mengalami sakaratul maut, lalu membayangkan apa yang nanti akan terjadi setelah ia mati dan bagaimana nasibnya, hal itu akan membuat jiwa orang tidak tertarik pada kenikmatan dunia, membuat hati menjadi selalu gelisah memikirkannya, membuat mata enggan tidur, membuat enggan memanjakan tubuh, membangkitkan etos beramal saleh, dan menambah semangat untuk lebih tekun beribadah kendatipun harus bersusah payah.

Ketiga hal tersebut harus diperhatikan sekaligus dipraktekkan oleh orang yang hatiny keras. Untuk menghilangkan dosa, ia harus meminta pertolongan berupa obat yang cocok dengan penyakitnya, dan yang sekaligus dapat mengatasi fitnah-fitnah setan yang kerjanya memang ingin menyesatkan manusia. Jika mujarab, itulah yang diharapkan. Tetapi jika tidak mujarab bahkan semakin menjadi-jadi, maka terapi terakhir (keempat) harus diterapkan.

Keempat, ikut menyaksikan pemakaman jenazah di kubur. Hal ini merupakan cara yang lebih efektif daripada cara-cara sebelumnya. Oleh karena itulah, Rasulullah bersabda, “Berziarah kuburlah karena hal itu dapat mengingatkan kematian dan akhirat, serta dapat membuat kamu zuhud pada dunia”. Dengan ikut menyaksikan acara pemakaman jenazah, pertama ia akan mendengar adzan. Kedua, memberitahukan kepada hatinya ke mana nanti tempat kembali yang abadi. Hal itu diharapkan dapat menimbulkan rasa takut seperti ketika sedang menyaksikan seseorang yang dalam keadaan kritis., dan berziarah ke kubur orang muslim. Sebab. dengan menyaksikan secara langsung, hal itu akan lebih terkesan.

Demikian, semoga bermanfaat🙂

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s