Sudahkah Aku Menjadi Kawan yang Menyenangkan? #Renungan jilid 3

Kawan adalah hidupku, musuh adalah kematianku. Ungkapan ini tidak bisa diterjemahkan mentah-mentah, artinya justru lebih dalam dan mengena karena ia adalah sebuah idiom [1]. Tidak bermaksud mencari-pembenaran, tetapi sebagai seorang sangunis, hidup dengan banyak teman adalah gaya hidupnya. Meski ya, diakui jika tujuan berteman lebih banyak untuk network, sementara teman untuk dijadikan sebenar-benar teman kami sangat pilah pilih.

Jika sudah memilih, maka saya akan fokus pada kawan tersebut. Sarana curhat, orang pertama yang tahu kabar dari kita, orang yang pertama kita ingin berikan masukan. Sayangnya, saya rasa saya belum dapat memberikan diri saya seutuhnya untuk kawan-kawan terbaik. Mereka masih sering terdzalimi oleh lisan ini, sikap ini, dan prasangka ini.

Menjadi orang kepercayaan itu sulut, karena dipercaya artinya disayangi, dicintai, dan diutamakan. Pernah dalam masa remaja saya -SMA-, tiba-tiba tangan saya ditarik seseorang di sebuah sudut sekolah hanya untuk bilang, “Aku benci kamu! Aku nggak nyangka kamu merebut sahabatku”, waktu itu saya hanya melongo. Ah, ternyata sahabat pun memiliki hak milik, sehingga saya harus ekstra berhati-hati jika mendekati seorang kawan.

Ah, sudah kembali tentang diri saya sendiri. Sudahkah saya pantas disebut kawan? disebut sahabat? Aih, sama sekali belum. Sebenarnya masih tersimpan noda-noda dalam hati ini. Rasa iri, dengki, prasangka, pokoknya hal-hal yang buruk dan tidak terpuji (kata Guru PKn) selalu menghiasi hati. Padahal Allah sudah berfirman dalam Q.S. Al Baqarah 134: ...Baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

Astaghfirullah…

[1] Idiom kata kamus: (1)konstruksi yg maknanya tidak sama dng gabungan makna unsurnya, msl kambing hitam dl kalimat dl peristiwa itu hansip menjadi kambing hitam, padahal mereka tidak tahu apa-apa; (2) ark bahasa dan dialek yg khas menandai suatu bangsa, suku, kelompok, dll

2 responses

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s