Berapa yang Kita Sisakan untuk Hak Sodara Kita? #Renungan Jilid 2

Hai Bund2, selamat pagi!🙂 Sehat yah! Alhamdulillah Saya juga masih bersemangat pagi ini, meski ya… Mas Atha, murid Homeschooling saya sudah tak bersama saya hari ini. Paling tidak saya sudah cukup menemukan si HIKMAH dan belajar banyak dari seorang Atha.

Pagi ini, saya ingin menyampaikan uneg-uneg saya yang kedua, yaitu tentang sedekah. Berapa bagian dari harta kita yang telah sampai pada ahlul hak? Astaghfirullah, kalau ditanya seperti itu, maka akan muncul jawaban yang memalukan dari lisan saya. Padahal Allah telah menjanjikan banyak keutamaan-keutamaan dari sedekah yang kita lakukan. Bukan hanya harta kita yag dilipatgandakan, namun juga keutamaan yang bernilai ukhrowi yang tak mampu digantikan dengan seluruh isi dunia ini.

Sedekah, aktivitas yang jarang saya lakukan belakangan. Astaghfirullah. Dan yang sungguh mengiris hati, beberapa hari ini saya telah melakukan pemborosan alias belanja belanji yang tidak terlampau diperlukan. Astaghfirullah. Uang yang saya dapatkan dari bekerja partime selalu ludes sebelum sampai kepada yang berhak, bahkan, saya selalu menomorsekiankan menabung, investasi dunia yang juga penting untuk masa depan saya. Padahal dalam forum pekanan kemarin pernah dibahas tentang ini; Bukan masalah berapa besar pendapatan kita untuk bisa ditabung, namun seberapa besar yang kita tabung dari pendapatan kita. Ya Allah, aku malu.

Mulai sekarang, saya harus berbenah. Mengatur pemasukan-pengeluaran dengan bijak. Dan yang pasti dan tak boleh dilupakan sama sekali adalah bersedekah dan menabung. Harus bisa! Jika begini terus maka bagaimana nasib keluargaku di masa depan? Dan bagaimana pertanggungjawabanku di akhirat kelak tentang harta yang aku pernah miliki semasa aku hidup? Aku menjadi teringat sebuah shirah tentang sahabat di forum pekanan, ada seorang sahabat (yang saya lupa namanya) pulang dari berniaga ke Mekah dengan iring-iringan hasil niaganya yang sukses besar, kemudian dikatakan saat dikatakan kepadanya, “Celaka wahai sahabat, inilah yang akan memperlama hisabmu”. Lalu serta merta sahabat mensedekahkan hasil niaga yang diusahakannya dengan susah payah. Subhanallah. Betapa ringannya tangan-tangan mulia itu untuk besedekah. Ya Allah aku pun memohon hati yang ringan dalam hal bersedekah, aamiin.

7June2011

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s