Kiat Sukses Mendidik Anak Cinta Al Quran ala Ustadzah Wirianingsih

Huaduh Bunda, ampun dah… ngakunya concern di dunia anak, masak belum pernah mbahas Bunda yang satu ini sih???? ckckck… ter-la-lu!!! Oh tapi bukan karena mo bersanding dengan beliau di pelaminan semusnas sih saya memposting ini, tapi lebih karena ilmu yang beliau bagikan itu sangat2 berharga buat kita semua, YAKIN!!

 

 

Cekkidot langsung aja yuk! Sumbernya dari SINI.

 

Profile
▪ “Perempuan hebat itu bernama…. Ibu Dra. Hj. Wirianingsih”
Seorang ibu yang kutemui disebuah acara sebagai pemberi materi yang teramat memukau. Ternyata tak salah penilaianku itu yang menggelari dia sebagai perempuan hebat… karena ternyata sosoknya diliput di majalah Tarbawi 2007 edisi khusus yang bertema “Perempuan-Perempuan Mozaik Cinta- Ketulusan dan pengorbanan” Subhanaloh dengan membaca liputan itu semakin lekatlah rasa kagum ini..semakin cinta nya aku karena Alloh pada ibu ini… berikut tambahan informasi kehebatan beliau…
▪ Dengan segudang kesibukannya yang antara lain sebagai Ketua Umum PP Salimah, Staf Departemen Kaderisasi DPP “Partai Dakwah”, Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA)..beberapa bulan lalu ia menjadi Anggota Delegasi RI di sidang UNCSW ke 51 di New york Amerika. Amanah terbarunya sebagai Koordinator Panitia Hari Anak Nasional 2007 juga sekarang tengah menyusun tesis di program S2 nya dijurusan Psikologi…istri dari Bapak H. Mutammimul’Ula,SH (Komisi I, DPR RI) mampu mendidik anak-anaknya yang berjumlah 11 orang untuk cinta Al Qur’an… dengan tangannya dan izin Allah keseluruh anak nya
bisa hafal AlQur’an… Subhanalloh…

11 Amanah ALLAH
▪ Afzalurrahman,21 thn, smt 6 Teknik Geofisika ITB, Hafal AlQur’an sejak usia 13 thn. Sekarang masuk dalam program PPSDMS, Ketua Pembina Majelis Taklim Salman ITB, terpilih peserta Pertamina Youth Programme 2007 dari ITB.
▪ Faris Jihady Hanifa, 20 thn, sms 4 Fak Syariah LIPIA hafal Al Qur’an sejak usia 10 thn (mumtaz). Juara 1 lomba tahfiz Al Qur’an 30 Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi di Jakarta 2003, Juara 1 lomba olimpiade IPS tingkat SMA
yang diselenggarakan UNJ 2004.
▪ Maryam Qonitat, 18 thn, smst 2 Fak Ushuludin Univ AL Azhar Cairo, hafal AlQur’an usia 16 thn.Pelajar teladan/lulusan terbaik Husnul Khotimah 2006.
▪ Scientia Afifah, 17thn, kelas 3 SMU 28, hafal 10 Juz Al Qur’an, juara mengarang tkt SD seKab Bogor 2000, Pelajar Teladan, lulusan terbaik MTS Al Hikmah 2004.
▪ Ahmad Rosikh Ilmi, 15 thn, kelas 1 MA Khusnul Khotimah, baru hafal 6 juz, Pelajar Teladan SDIT Al Hikmah thn 2002, Lulusan terbaik MTs AlKahfi 2006.
▪ Ismail Ghulam Halim, 13 thn kelas 2 MTs Al Kahfi, baru hafal 8 juz, Juara Olimpiade IPA tkt SD Jaksel 2003, meraih 4 penghargaan al Kahfi2006 (tahfiz terbaik, santri favorit, santri Teladan, Juara Umum) Ket OSIS Pesantren AL Kahfi
▪ Yusuf Zain Hakim ,12 thn, kls 1 Mts Al Kahfi, hafal 5 juz. rangking 1 dikelasnya
▪ Muh Saihul Basyir, 11 thn, kelas 5 SDIT Al Hikmah, hafal 25 juz
▪ Hadi Sabila Rosyad, 9thn, kelas 4 SDIT Al HIkmah, hafal 2 Juz
▪ Himmaty Musyassarah, 7 thn, hafal 1 juz
▪ Hasna, wafat usia 3thn 7bln. bulan Juli 2006

Yang dilakukan mereka dalam keluarga
[ Kebaikan-kebaikan itu……..] 

▪ Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun.
Doktrin yang ditanamkan dalam keluarga bahwa Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.
▪ Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2/3 keberhasilan pendidikan itu ada di rumah.
▪ Keberhasilan pendidikan anak adalah hasil integrasi kedua orang tuanya. Bukan sekedar untuk ibu sementara bapak beraktifitas di luar rumah. Malah sebenarnya lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu.
Contoh: Rasulullah memanggil ayah dari anak yang mencuri, bukan ibunya.
Contoh ayah idaman dalam Al Quran = Luqman. Ibrahim mentarbiyah anak dan istrinya.
▪ Suami yang membangun visi keluarga dan istri yang mengisi kerangka visi itu. Sejarah mencatat, orang-orang shalih dibentuk oleh ayah yang mengerti akan perannya dalam mendidik anak:
Imam Syafi’i ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun, namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu.
Hasan Al Banna dan sentuhan pendidikan sang ayah.
Yusuf Qordhowi berkata, dahulu saya tidak tahu mengapa ayah mengkondisikan saya hafal al quran usia 10 tahun.
▪ Keluarga ini begitu ihtimam atau perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikan, diantaranya: perhatian dari A-Z, potong kuku, bersihkan telinga, dll. File-file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dll. Kekayaan keluarga adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak ke toko buku, ada perpustakaan dengan 4000 buku di rumah.
▪ Visi yang ada di kepala adalah anak-anak kami semuanya
harus menjadi hafidz quran.
Sehingga hal-hal yang dilakukan antara lain:
1) kelliling jawa dan madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di kudus. Walau orang mencibir untuk apa menjadi hafidz quran dan menitipkan anak di pesantren.
2) Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi.
3) Setiap hari diperdengarkan murottal.
4) Sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati.
▪ Nasihat sang suami yang mencerminkan kekuatan visinya sebagai kepala keluarga, “Bu kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita harus sudah tidur, orang lain tidur kita sudah harus bangun. Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita.
▪ 3 fase interaksi dengan anak menurut Imam Ali.
1) 7 tahun pertama = diperlakukan dia seperti raja – masa pembentukan tumbuh kembang otak dan menyerap informasi.
2) 7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawanan perang dalam kedisiplinan — masa penanaman sikap, disiplin disiplin disiplin.
3) 7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat
▪ Para pakar mengatakan 7 sd 12 adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting.
▪ Hafal Qurannya Hasan Al Banna 10 tahun, Yusuf Qordhoqi 10 tahun, Imam Syafii 19 tahun, Imam Ahmad 7 tahun.
▪ Rosul menyuruh sholat di usia 7 tahun, dan bila sampai 10 tahun belum sholat maka pukullah ia.
▪ Setiap menjelang tidur, ibu selalu menceritakan kisah-kisah para nabi dan rasul.
▪ Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al Quran bagi 11 anak.
▪ Ba’da maghrib dan ba’da subuh adalah waktu interaksi dengan AL Quran. Ba’da subuh muraja’ah, ba’da maghrib hafalan.
▪ Penghargaan yang tulus atas usaha anak “Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari…”
▪ Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh sampai-sampai di komplek perumahan DPR RI si kecil sudah bisa menghafal siapa saja anggota dewan yang jarang sholat shubuh berjamaah.
▪ Tidak lupa membangun dakwah di keluarga besar. Saat kedua orang tua all out di luar rumah, keluarga besarlah yang terlibat mengawasi anak-anak.
▪ Caranya, rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka.
▪ Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harus konsisten mengontrol.
▪ Memagari anak2 dari pengaruh negatif. Ada aggreement dengan anak2 kapan saat menonton TV (jam berapa, film apa, berapa jam, hari ahad bagaimana, dll) dan ada hukuman bila dilanggar (1st pelanggaran, dilarang stel tv selama 3 hari, 2nd pelanggaran selama seminggu, 3rd tv diletakkan di atas lemari saja) aturan berlaku termasu untuk orang tua. Terkadang diingatkan, ” Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmu…”
▪ Yang disebut keberhasilan itu bukan pada tercapainya tujuan, tapi pada proses. Yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya. Sementara sukses goalnya, kepada Allah-lah kembalinya segala urusan.

SEMOGA, SUKMADANTY YANG SELAU CERIA INI (hih, sukanya ngaku-ngaku ya? :p), KELAK DIKARUNIAI KELUARGA SAMARADA SEPERTI KELUARGA BUNDA WIRIANINGSIH INI, AAMIIN… *ayo para Bunda dan ayah, amin-kan doaku ya… terima kasih… ^_^

23 responses

  1. ya allah anakku telah nampak tanda -tanda seperti halnya yang diajarkan bunda sejak usia 9 th ia sudah disilin dg sendirinya seolah allah telah menuntun anakku menuju njalannya tp sy sbg ortu tdk dpt mengajar sendiri spt bunda kemana hrs kutitipkan anakku agar dpt ia jadi anak yang soleh cita2 bsr ingin j ulama penerus pr nabi dan rosul

  2. Alhamdulillah
    Dalam rangka tahadust bini’mah,saya kenal betul dengan Aaf afzal krn pernah bareng menghafal di AlHikmah Bobos Cirebon, saya kenal betul dengan Ismail dan Yusuf krn mereka adalah murid tahfidz sy di AL Kahfi.
    Yg ingin sy share di sini adalah mereka sosok yg tawadlu,di senangi dan di segani temen2nya,dan dalam menghafal Alquran mereka ga pernah mengenal lelah,luar biasa hasil dr didikan 2 sejoli bu wiwi dan pa tamim, ketika mereka jauh dr ortunya ga merasa diri bebas dr pengawasan ortu lantas seenaknya,tp yg ada mereka seolah2 ingin menunjukan yg terbaik buat ortunya. Luar Biasa

  3. Alham dulillah bunda saya juga sudah mmulai mengajarkan anak saya iqro’ umur 5th skarang anak saya sudah bisa baca alquran,

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s