Matematika Sholat Duha

Assalamu’alaikum…

Jangan gondok ya Bund2 kalau akhir-akhir ini postingan saya rada jarang mengulas tentang education, tenang… saya hanya ingin suasana baru kok😉

 

Jadi ceritanya kemarin tiba-tiba seorang kawan baik saya sms yang isinya tentang pemberitahuan kajian di masjid ugm, membahas ringan jodoh dan prestasi dengan sunah. Wahh… betapa bahagianya saya, ups!

Dalam kajian tersebut ada hal menarik yang membuat saya bersemangat untuk beramal nikah. Yaitu tentang Q.S. Ad Duha. Ustadz Kukuh Sulisman sebagai pembicara dalam tausiah kali ini menceritakan tentang pesan rahasia dalam Surat ini.

  1. Demi waktu duha
  2. dan demi malam apabila telah sunyi,
  3. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak pula membencimu
  4. dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.
  5. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung. lalu Dia memberikanmu petunjuk.
  6. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikanmu kecukupan.
  7. Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
  8. dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardiknya
  9. Dan terhadap nikmat tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)

Coba perhatikan 3 ayat yang saya bold. Ayat pertama kata DEMI menandai bahwasanya Allah begitu mementingkan waktu ini, pun pada ayat kedua. Seolah di sini Allah hendak menyampaikan pesan rahasia-Nya bahwa dua waktu ini (yakni waktu duha dan malam/sepertiga malam) adalah waktu-waktu yang begitu dipentingkannya.

Banyak kisah-kisah unik, lucu, dan tentu saja nyata dari beberapa konseling yang beliau (Ust Kukuh) jalani berkenaan dengan “pasiennya” yang memiliki bermacam-macam masalah lalu dianjurkan untuk mengamalkan solat duha minimal 4 rakaat.

Ada seorang buruh yang akhirnya mendapatkan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka, pemuda yang dihambat nikah oleh mertuanya kemudian ditantang nikah pada bulan berikutnya, dan masih banyak yang lain.

Kuncinya adalah istiqomah dan konsisten. Jika ikhtiar bernilai 10, maka duha akan bernilai 4/8 (rakaat), sehingga tinggal mengalikan saja. Ikhtiar (10) x Duha (8) = 80. namun jika ikhtiar (10) x Duha (0) = 0.

 

Hmm… begitulah… ^_^

oiya, trus dikasih PR, katanya suruh duha rutin selama 40 hari minimal 4 rakaat, dicatat tiap harinya ada peristiwa apa. Hihi… oke deh…😉

8 responses

  1. “Jika ikhtiar bernilai 10, maka duha akan bernilai 4/8 (rakaat), sehingga tinggal mengalikan saja. Ikhtiar (10) x Duha (8) = 80. namun jika ikhtiar (10) x Duha (0) = 0.”

    ga dong maksudnya ??? :O

    • gini mbak…

      misal kalau ikhtiar kita kalau dinilai itu 8, trus dhuha yg kita dirikan itu 8 rak’at, maka nilainya 8 x 8 menjadi 16.
      kalau nilai ikhtiar kita 8 tetapi tidak mendirikan dhuha (alias nilai 0), maka nilai totalnya 8 x 0 menjadi 0.
      Begitu… semoga bermanfaat🙂

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s