Jika Ayah Ikut Ngidam

Pernah denger kalo laki-laki yang istrinya sedang hamil mengidap ngidam sama seperti orang hamil? Nah, mau tahu kan kenapa bisa begitu? Ini sangat ilmiah dan bisa dijelaskan.

Jadi begini, para calon ayah mengalami perubahan hormon dan otak yang kira-kira paralel dengan perubahan pada diri pasangan mereka yang sedang mengandung. Seorang ayah begitu gembira mendengar kabar kehamilan istrinya, akan tetapi, setelah kehamilan berjalan tiga minggu, sang ayah mulai mual-mual dan muntah yang sangat berat di setiap paginya. Pada bulan-bulan berikutnya, sang ayah mungkin akan merasa sangat mual di pagi hari sampai tidak sanggup sarapan dan hampir tidak bisa memaksa dirinya bangkit dari tempat tidurnya, bahkan berat badannya turun hingga 3,5 kg. Apa yang dialami oleh sang ayah sebenarnya adalah sindrom couvade, suatu keluhan yang umum dirasakan para calon ayah (mencapai 65 % di dunia) yang ikut merasakan beberapa gejala kehamilan bersama pasangan mereka.

Dalam beberapa minggu menjelang kelahiran, demikian para periset menemukan, para calon ayah mengalami kenaikan level prolaktin, yaitu hormon pengasuhan dan laktasi, sebanyak 20 %. Pada saat yang sama level hormon stress kortisol mereka berlipat dua sehingga meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan. Lalu dalam minggu-minggu pertama setelah bayi lahir, testosteron turun! Sementara level estrogen mereka menanjak lebih tinggi  daripada biasanya. Perubahan hormon ini menyiapkan otak mereka untuk membentuk ikatan emosional dengan keturunan mereka yang mungil dan tak berdaya.
Laki-laki dengan level testosteron yang lebih rendah benar-benar mendengar tangisan bayi dengan lebih baik.  Tetapi pendengaran mereka tetap tidak sebaik dengan para ibu, meski mereka bereaksi cenderung sama cepatnya bila bayi menjerit. Level testosteron yang lebih rendah pada laki-laki ini juga mengurangi dorongan seks mereka selama masa ini.
Testosteron membatasi perilaku keibuan maupun juga pada laki-laki. Para calon ayah yang mengalami sindrom couvade memiliki level prolaktin yang lebih tinggi daripada ayah-ayah yang lain dan penurunan testosteron mereka lebih tinggi daripada ayah-ayah lain dan penurunan testosteron mereka lebih tajam ketika berinteraksi dengan bayi mereka. Para ilmuwan menduga bahwa mungkin feromon yang dikeluarkan wanita hamil dapat menyebabkan perubahan neurokimia pada diri pasangannya, dan demikian menyiapkan diri si laki-laki untuk menjadi seorang ayah yang penyayang serta membekalinya secara diam-diam, melalui bau dengan sebagian mekanisme pengasuhan khusus dari otak sang ibu.

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s