The Babies Film

Assalamu’alaikum Ayah-Bunda… pa kabra? Alhamdulillah ketemu lagi ama saya, hhuuu… *sorakin rame-rame… :p

 

Kali ini saya bawa kabar gembira, hoho… apalagi kalo bukan tentang kemunculan sebuah film yang kudu-kudu wajib dituntun kita-kita. Penasaran kayak gimana jalan ceritanya? ya sama Bund, wong saya juga belum nonton, ini film belum diputer di Jogja, masi “coming soon” judulnya! hehe… ya nyicil liat trailer-nya atao baca sinopsisnya kan bisaa, ya to?

 

Film ini berkisah tentang 4 anak dari 4 negara yang berbeda coba didokumentasikan oleh Thomas Balmes. Pertumbuhan mereka sejak dari dalam kandungan sampai bisa menapakkan kakinya berhasil diabadikan.

Tentunya adegan lucu dan menggemaskan yang tergambarkan lewat rekaman tersebut. Mereka adalah Ponijao dari Opuwo, Namibia, Mari dari Tokyo, Jepang, Bayar dari Bayanchandmani, Mongolia, Hattie dari San Fransisco, California.

Dari negara yang berbeda itu Anda disajikan adegan demi adegan yang menggambarkan cara masing-masing orangtua membesarkan anaknya.

Ponijao si anak dari Namibia dengan kulit hitam dan wajahnya yang menggemaskan menggambarkan bagaimana kehidupannya yang tinggal dengan delapan kakaknya laki-laki dan perempuan lebih tua beberapa tahun darinya. Ia tinggal di sebuah desa kecil yang merupakan bagian dari suku Nimba. Ponijao tumbuh dengan keadaan yang sangat sederhana. Dengan keterbatasan makanan, minuman, serta arena bermain yang layak tidak didapatkannya. Semuanya serba tradisional.

Keadaan tersebut sangat kontras dengan kehidupan Hattie dari California. Bagaimana sejak dari kandungan sang ibu telah melakukan kelas senam hamil, lalu dengan proses kehamilan yang menggunakan alat serba modern dan higienis, serta Hattie yang tumbuh dengan berbagai fasilitas yang mumpuni. Kasih sayang dan perhatian dari kedua orangtuanya juga dapat dilihat, seperti makanan dan nutrisi apa yang diberikan.

Bagaimana dengan Mari dari Jepang dan Bayar dari Mongolia? Mari tidak berbeda jauh dengan Hattie. Mari hidup di tengah-tengah kebisingan kota Shibuya. Kegembiraan Mari yang merupakan anak tunggal juga ditunjukkan dengan gaya hidup urban kontemporer.

Sedangkan Bayar dari Mongolia adalah seorang anak yang hidup di daerah peternakan. Bayar tumbuh bersama dengan sang kakak berbeda beberapa tahun darinya. Kehidupannya tidak asing dengan kehadiran berbagai hewan ternak ada di lingkungannya.

Dari semua keempat anak tersebut, Thomas sebagai sutradara berhasil menggambarkan bagaimana mereka tumbuh dengan cara dan budaya dan lingkungan yang berbeda. Berawal dari sang ibu yang merawat mulai dari dalam kandungan, menyusui, belajar bicara, sampai akhirnya mereka bisa berjalan tanpa topangan sang orang tua.

Dari film ini jugalah Anda akan menyadari apa yang dilakukan si anak ketika tidur bahkan ketika bermain sendiri. Berbagai momen indah, lucu, bahkan menggemaskan berhasil didokumentasikan yang tentunya akan membuat Anda tersenyum manis.

 

Fufufu jadi tak sabar Bundaa….!! Mau nraktir saya? hihi… :p

sumber sinopsis: http://sinopsis-box-office.blogspot.com

5 responses

    • lah mba… orang do bioskop lagi diputer kok, jadi belum keluar versi DVD-nya…😀

      tapi aku berencana mo nonton di biuskup, hehhee… klo mb merasa nyaman maen di biuskup kita bs nonton bareng mba🙂

      • bioskop? tempat yang tidak ingin mb kunjungi tuh dek, cukup dulu 1x ke bioskop waktu masih smp, krna pengen banget nonton Petualangan Sherina…
        tahun kemaren pernah ada keinginan itu lagi (utk menginjakkan kaki ke bioskop) tapi sebelum itu terjadi mungkin langsung ditegur ma Allah, saat mb denger taujih ust Syathori menjelang ramadhan tahun kemaren koq ya pas banget nyinggung ttg “ikhwah” yang mulai menggandrungi bioskop (lagi), ada kalimat beliau yg lsg mak jlebbbb : “berusahalah agar kita selalu berada dalam kondisi terbaik, bgmn jika saat terakhir kita adalah saat nonton di bioskop?tercatat dlm kondisi apakah kita saat itu?” ya naudzubillah, meski yang kita tonton film Islami sekalipun tapi terimakasih, tidak bagi mba😀 ini pendapat mba loh, monggo klo mau nonton
        mba tunggu dvd nya deh, syukron tawarannya

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s