Mendisiplinkan Anak dengan Efektif

Sudah saya edit Bunda, sekarang tulisan ini lebih mudah dipahami Insya Allah, jika ada yang masih membingungkan bisa langsung disharingkan sama2 ya, keep cheers!!🙂

Semua orang tua merasa lelah berteriak dan mengulangi deretan kalimat yang sama, mencoba untuk mengajar anak-anak mereka pelajaran yang sama dan cara yang tepat untuk berperilaku. Bila anda menginginkan kedisiplinan berjalan efektif pada nak anda,  maka bagaimana Anda berkomunikasi – apa yang Anda katakan dan bagaimana Anda mengatakannya – adalah kunci.  Mendisiplinkan anak dengan kata-kata yang instruktif, tidak merusak, peduli, memperhatikan perasaannya. Jika anak Anda merasa bahwa Anda menghormati dia, anak Anda lebih suka untuk menuruti anda.

 

Cara efektif disiplin dan membimbing anak Anda :

  1. Bersikaplah tenang. Gaya anda yang netral menunjukkan “siapa diri anda”. Ketenangan anda akan menular dan membantu anak juga bersikap lebih tenang.

  2. Jadilah percaya diri. Jika Anda ingin memberikan anak Anda kue/roti manis dua poting atau batas menonton TV  selama satu jam, maka tetapkanlah bahwa hal tersebut ada aturannya di rumah Anda dan tegakkanlah secara konsisten dan dengan percaya diri.

  3. Fokus pada anak Anda. Sebutlah namanya dan lihatlah langsung pada (mata) anak anda ketika Anda memberikan arahan kepadanya.

  4. Puji perilaku yang baik. Gunakan pujian khusus untuk perilaku baik yang diulanginya dan jelaskan mengapa anda memujinya. “Terima kasih untuk duduk tenang dan membaca sementara Bunda mencarikan pakaian kakakmu. Hal itu membuat kita semua bahagia dan bisa melakukan sesuatu yang lain. Kamu telah menjadi pembaca yang baik. “

  5. Mengingatkan dengan lemah lembut. Waktu anak anda meninggalkan kamar mandi, ingatkan dia untuk menggantung

    handuk ke atas.

  6. Ajukan pilihan. Alih-alih selalu mengatakan anak Anda untuk tidak melakukan sesuatu, memberikan pilihan anak anda seperti, “apakah kamu ingin mengambil kaus kakimu dulu atau bajumu?” Pastikan Anda hanya memberi pilihan yang jika anak Anda memilih, Anda akan merasa nyaman dengannya.

  7. Jangan tanya, namun katakanlah yang inginkan untuk dilakukan anak anda. Bertanya “Apakah kamu siap untuk tidur?” anak akan menyimpulkan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangannya dan kemungkinan jawabannya akan “tidak!”. Coba “Waktu untuk tidur!” sebagai gantinya.

  8. Ketika … kemudian. Katakan kepada anak Anda ketika ia menyelesaikan suatu tindakan perilaku yang baik (menempatkan diri mainan, menyelesaikan PR, sikat gigi), kemudian sesuatu yang diinginkan untuk anak Anda akan terjadi (ia dapat memiliki sebuah cookie, menonton TV, menghubungi teman di telepon.)

  9. Katakan kepada anak Anda, Anda akan menghitung sampai sepuluh dan menjelaskan apa yang harus terjadi selama hitung mundur. Anak-anak benar-benar menyukai tantangan ‘beat-the-clock’ dan hal ini memungkinkan Anda untuk tetap tenang.

  10. Meminta masukan. Memecahkan masalah bersama-sama dengan bertanya pada anak Anda bagaimana dia akan memecahkan masalah. Kemudian mendengarkan dan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah tersebut.

  11. Katakanlah “silahkan” dan “terima kasih”. Hal ini membantu anak Anda menggunakan istilah penting dalam bahasa sendiri, tetapi juga memunculkan sikap kesopanan dan kebaikan dalam diri anak Anda.

  12. Fokus pada pesan Anda secara spesifik. Langsung katakan kepada anak Anda secara khusus, “makan malam hampir siap.  Matikan TV, cuci tangan, dan datanglah ke meja. “

  13. Memberikan arahan yang singkat adalah yang terbaik. Satu atau dua kalimat akan bekerja lebih baik daripada “perkuliahan”  panjang dalam banyak kasus. “Letakkan mantelmu atau kamu akan terlambat ke sekolah.”

  14. Gunakan frasa “Aku” , bukan frase “kamu” . Ubahlah konsentrasi kritik Anda dari pribadi anak kepada perilaku anak. Alih-alih, “Kau benar-benar membuat saya sedih ketika kamu tidak merapikan mainanmu”, coba katakan, “Saya sangat suka kalau kau menyimpan mainanmu jika kamu selesai bermain.”

  15. Jangan terlalu banyak memberi perintah sekaligus. Setelah anak Anda menyelesaikan sebuah tugas, maka arahkan dia untuk mengerjakan yang berikutnya untuk menghindari Overwhelming pada anak Anda.

Sumber: http://www.education.com/reference/article/Ref_Effective_Discipline/

3 responses

  1. Danty, apa kabar? masih semangat kan ya? novi apa kabar ya dan?
    hmm,, bsk mau brgkt ke jatim lho.. doakan ya.. nti di olehi2n deh..

    *ok, deh buda. semoga cpn jd bunda beneran

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s