Cinta Bidadari

…Aku cinta dirimu…

…Duhai bidadari…

…Tapi aku lebih cinta Tuhanku…

 

 

C.I.N.T.A

 

 

Sepenggal senandung, tahukah anda? Lihat liriknya, sederhana sekali, tetapi sungguh justru di sanalah letak keistimewaannya. Sederhana tapi dalem.


Mungkin itu ya yang namanya cinta sejati, setiap mendengarkan senandung ini, rasanya ada yang berdesir-desir di hati ini, ah melankolis? tidak juga. Ini saya pikir adalah perasaan lumrah untuk sebuah rindu yang membuncah. Bukan, bukan rindu terhadap mahluk lemah macam manusia, yang jika disandarkan cinta kepadanya langsung lapuk saat namanya terukir di nisan batu.


Ini bicara kerinduan sejati, yah, kecintaan sejati yang tidak akan mampu seribu kata dan beribu liter tinta menuliskannya. Setiap tinta itu habis, maka cinta akan terus mengalir, meski tidak tertulis lagi. Uh, indah ya?


Setiap mendengar ini, aku selalu terngiang-ngiang, membayangkan keindahan cinta sejati itu seperti apa. Keindahan cinta yang sebenar-benar indah. Maka, tidak bermaksud berlebihan jika saya mengatakan, tenang sekali hati ini saat mengikuti alunan senandungnya, menjelang kepulangan ke peraduan.


Silahkan anda coba resapi🙂

4 responses

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s