Melatih Anak Menyelesaikan Masalahnya

Salam Bunda…
Sore menjelang dan saat ini kita akan sama-sama belajar tentang bagaimana anak menyelesaikan masalahnya .
Well, Bunda… Pernahkan anda melihat pertengkaran kecil antar anak (sendiri atau anak orang), mulai dari perebutan mainan hingga perebutan kekuasaan, hehe… Pasti seru sekali ya? Atau Bunda pernah melihat betapa gemasnya si anak karena tidak dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik? Yang dia lakukan kemudian adalah menangis, merajuk, bahkan sampai bersikap tantrum
Lalu apa yang biasannya Bunda lakukan? Apakah sekonyong-konyong langsung membantunya? memarahinya? meninggalkannya? (Ih tega amat si Bunda yak…, atau pilihan paling mudah adalah mengerjakannya untuk si kecil? Ish…ish….ish…
Saya tak hendak menyalahkan atau mengorek-orek borok publiknya para orang tua di sini , saya hanya akan mengajak Bunda semua berpikir bareng-bareng, Apakah dengan kita membantunya si anak akan betul-betul belajar? Apakah dengan kita turut campur di dalamnya si anak akan mengerti bagaimana menyelesaikan masalahnya?
Nah, tentu tidak Bunda jika kita tidak melatih anak-anak tersebut untuk terlibat sendiri dalam masalahnya, memikirkan jalan keluarnya, dan berusaha dengan segenap jiwa dan raganya untuk keluar dari masalahnya tersebut.

Apa yang bisa kita lakukan Bunda? tips berikut semoga akan membantu,

Pertama, jangan tergoda untuk buru-buru membantunya, meski sang anak merengek dan merajuk heboh. Saya kebetulan memiliki satu pengalaman tentang ini Bunda,
Hamza (2 tahun minus beberapa bulan-saya lupa-) masa itu sedang senang-senangnya bermain sepeda roda 2+2 milik kakaknya. Ya, meski sepeda itu hanya ia tuntun ke sana kemari tanpa dinaikinya. Saat saya sedang mendampingi kakaknya belajar di kamar, Hamza yang bermaksud membawa sepeda masuk ke dalam kamar berteriak heboh, “Amaaah!!! aaa…aaa… Amah…!!”, karena perbendaharaan katanya masih sedikit ia hanya berteriak seadanya untuk meminta pertolongan saya memasukkan sepeda yang tercepit di pintu. saya hanya menoleh dan menanggapi teriakannya dengan nada menenangkan.
Kedua, bicaralah dengan tenang untuk mengarahkan dan memberi usulan-usulan yang lebih membantu sang anak aktif berpikir dan berusaha sendiri.
Kemudian tanpa beranjak dari tempat saya mengajar, saya arahkan dan memberikan usulan-usulan kecil pada si kecil Hamza seperti, “Coba stangnya diarahkan ke kanan, rodanya digeser ke sana nak…”, dst hingga Akhirnya ia dapat memasukkan sepeda ke dalam kamar. Saya dapat melihat dengan jelas ekspresi kepuasan terpancar dari wajahnya, ah ikutan senang kalau ia dapat menyelesaikan masalahnya sendiri
Nah, simpel kan Bunda? semoga bermanfaat yah!! Titip nama saya di doamu Bunda, dan juga calon Bunda, atau ayah dan juga calon ayah yang membaca ini…

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s