Celoteh Anak

Bismillah…

Alhamdulillah… meski berat Bunda, beraat sekali yang saya hadapi belakangan ini, namun Insya Allah semua ini akan ada hikmahnya. Doakan kuat yak!!


Well, hari ini saya ingin berbagi kisah-kisah lucu nan menggemaskan selama saya berinteraksi dengan anak-anak. Ah, memang tidak banyak, atau mungkin hanya lupa, tetapi setidaknya kisah ini akan membangkitkan semangat untuk mencintai fitrah kekanak-kanakan anak-anak tanpa harus bersikap kekanak-kanakan, aduh bahasanya….



Rafid

“…Jangan marah-marah adek… nanti rambutnya tambah keriting…”

Memiliki saudara kandung selagi usia masih sama kanak-kanaknya kadangkala memantik permasalahan-permasalahan sepele yang membengkak menjadi perseteruan alias perang sodara. Kalau sudah begini, yang repot adalah orang dewasa di sekitarnya, mau memarahi semua malah nangis, mau mendamaikan, gak ada yang mau ngalah , begitulah…

Namun, ada yang sedikit berbeda dari sikap seorang kakak (sebut saja Rafid, 4 tahun) saat ia mendapati adiknya (sebut saja Hamza, 2 tahun) yang uring-uringan lantaran ia menginginkan mainan yang sedang dimainkan sang kakak. Saya seperti biasa tidak serta merta turut campur dalam permainan mereka, saya lihat dan saya amati apa yang kira-kira akan terjadi pada dua bersaudara ini.

“… Adeek… jangan marah-marah gitu, nanti rambutnya tambah keriting…”

Tiba-tiba dengan santainya sang kakak berkata seperti itu sambil mengelus rambut adeknya yang memang sedikit keriting. Saya yang sudah menyiapkan amunisi untuk melerai jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sontak tertawa melihatnya…

Dan… akhirnya saya pun tak jadi mengeluarkan amunisi, karena saya pikir si kakak sudah mampu menyelesaikan masalahnya tanpa hambatan yang berarti…  Horee…


“…Malu Amah… Malu…”

Saya berusaha membiasakan Rafid (4 tahun) untuk cuci tangan sebelum makan dan sikat gigi setelah makan (berdasar request Bundanya). Dan ini adalah satu kejadian yang selalu membuat aku takjub pada si kecil Rafid, pasalnya setiap memandu dirinya bersih-bersih di kamar mandi dan sekitarnya, aku selalu menyibakkan jilbab sedikit saja supaya tidak basah sewaktu membantunya cuci tangan/kaki dan sikat gigi. Dan, seperti biasa, anak tersebut dengan polosnya berkata padaku,

“Malu amah, maluuu…”, katanya sambil membantu menurunkan jilbab yang aku sibakkan…

Ya, nak… kamu kan masih kecil…he he… jadi inget kisahnya Doktor Sayid Muhammad Husein Thabathaba’i, si penghafal Al Qur’an di usia 5 tahun. Alkisah, suatu hari Husein kecil dan imut-imut begitu membuat gemas ibu-ibu di suatu forum, dan saat ada ibu-ibu yang mencoba untuk mencium sang Doktor kecil, ia menolaknya. Saat si ibu mengatakan tidak apa-apa karena Husein belumlah baligh, kemudian si Doktor kecil mengatakan, ” Tetapi ibu kan sudah baligh…” , jawaban yang tentu saja tidak sampai di pikiran sang ibu dan saya -yang baca bukunya .


“… Aku tidak mau berkumis!!”

Nah, ini kisah yang lucu yang ku dapat dari si kecil Rafid (tokoh yang sama dengan kisah-kisah sebelumnya hehe…). Suatu hari kami bercerita tentang masa depannya, “Aku mau tinggi tapi gak mau berkumis! gak mau ada rambut di sini, sini, sama di sini!”, katanya lantang sambil menunjuk bagian-bagian bawah hidung, dagu dan tempat tumbuh jambang.

“Loh, besok kan Rafid jadi ayah, jadi ayah yang baik ya…”, kataku padanya.

“Gak mau, aku mau jadi hewan, aku mau jadi sahabat hewan…”

hihi… rupanya ia takut menjadi besar, tinggi dan berkumis, Oh baiklah nak, nantikan saja waktumu untuk tumbuh menjadi besar dan menjelma pemuda Islam yang gagah.

“Loh, nanti kan Rafid jadi tinggi kayak ayah…”

“Nggak mau!”

hihihi… geli saya kalau ingat-ingat ini Bunda… Bunda… lucu sekali anakmu ini…. Sampai sekarang saya belum menemukan jawaban mengapa Rafid tidak mau berkumis, yaa… memang sih ayahnya memiliki jenggot dan jambang, mungkin rada geli kali ya Rafid?

Ehem, sepertinya sudah bercerita banyak hari ini, lanjut besok ya Bunda yah…


12 responses

      • soalnya kisah-kisahnya lucu nan menggemaskan😀

        “Malu amah, maluuu…”, katanya sambil membantu menurunkan jilbab yang aku sibakkan…
        Ya, nak… kamu kan masih kecil…he he…
        *pinter…😀

        “Gak mau, aku mau jadi hewan, aku mau jadi sahabat hewan…”
        *manusia jahat kali ya?

        “Loh, nanti kan Rafid punya istri…?”
        *hubungannya apa sama kumis?

      • hehehe… yang terakhir itu sebenarnya masi ada kisahnya, kisahnya terpotong karena saking saya pikir tulisan ini sudah sangat panjang… ternyata tidak juga…

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s