Membuat Anak Suka Belajar

Bismillah…

Oke, Bunda? kita mulai pelajaran hari ini ya? pelajaran ini penting sekali Bunda, maka perhatikanlah baik-baik, jika ada yang belum dapat dipahami segeralah bertanya dan melemparkan pemantik diskusi di forum blog kecil mungil seperti sang admin.

Well, Bunda. Sebagai pembuka, (setelah sekian postingan bersifat tidak terlalu penting , maka hari ini semoga materi yang saya sampaikan bermanfat untuk semua )

Setiap anak memiliki naluri pembelajar yang sangat kuat, sejak kecil, sejak bayi, bahkan sebelum lahir dan masih berwujud janin. Janin belajar kehidupan dengan menera respon-respon lingkungan terhadap apa yang ia lakukan, contoh, Janin akan mengenali suara Bunda dari dalam kandungan dan menandanya sebagai suara yang ia suka, atau tendangan yang ia lakukan untuk membuat Bunda mengajaknya “berbicara”. Saat balita, aktivitas belajarnya menjadi semakin kompleks, dari mulai latihan fisik hingga latihan mental.

Belajar

Aku Suka Belajar!!

Sense of fun dari kegiatan belajar anak-anak berkembang sesuai dengan keadaan yang dibangun pemandunya, dalam hal ini terutama adalah orang tua dan gurunya. Meskipun naluri pembelajar sangat kuat terpatri dalam jiwa sang anak, adakalanya kita menemui kekesalan sang anak terhadap sesuatu yang sulit ia capai, sulit ia pelajari. Hal ini wajar, karena pengalaman terhadap sesuatu yang sedang dipelajarinya merupakan hal yang benar-benar baru baginya. Tugas kitalah sebagai fasilitator untuk membuat sesuatu yang baru tersebut terlihat menyenangkan.

Berikut ini hanyalah sedikit dari strategi membuat anak suka belajar:

1.       Hindari paksaan. Berhentilah bahkan sebelum sang anak terlihat bosan, materi yang anda sampaikan sebagus apa pun, namun jika anak merasa bosan, maka sia-sia sajalah apa yang kita katakan kepadanya. Variasikan kegiatan belajar anak, supaya ia tidak mudah bosan.

2.       Bangun ikatan emosional yang kuat, pahami perasaannya, dan cintailah ia dengan sepenuh hati. Anak-anak akan merasa lebih nyaman dengan penerimaan seperti ini, apa yg kita sampaikan pun menjdi lbih mudah terserap.

3.       Berpikirlah kreatif. Dunia anak adalah masa serba coba2 dan coba2, maka wajar saja jika mereka sedikit2 bosan. Aktivitas yang berbeda akan membuat ia betah belajar.

4.       Catatlah perkembangan fisik maupun mentalnya. Anda bisa membuat semacam portofolio kegiatan belajar anak, rekam dan catat setiap yang dilakukan anak anda beserta perkembangan atau hambatan yang terjadi, hal ini berguna untuk mengembangkan potensi maupun bakatnya.

Nah, sementara itu dahulu ya Bunda, semoga artikel ini bermanfaat. Jika ada yang dipertanyakan, silahkan mengisi komentar di kotak balasan di bawah ini.


See you!!! And Semangat  Bunda!!


2 responses

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s