Mengajar Anak Mengeja (baca: Menulis)

Pagiii BundaπŸ˜€

Huah pagi ini lumayan dingin ya!! tapi seger Insya AllahπŸ™‚ dan semoga hari ini membawa banyak pencerahan…πŸ˜€

Nah, mari belajar kembali, dan ijinkan saya mengorek-orek memori yang pernah saya bangun bersama murid tercinta saya, Rafid. Kali ini kita akan belajar tentang pengalaman saya mengajarkan anak mengeja ^_^

Mengajar anak menulis pada usia balita memang tidak mudah, namun justru inilah letak kunci keberhasilan membuat si anak dapat menulis, dan pada saatnya akan mencintai menulis, AMIN. Bunda, telah banyak teori yang menmberikan kita masukan bagaimana mengajarkan anak menulis, dan apa yang akan saya sampaikan ini hanyalah salah satu saja. Yaitu mengajarkan mengeja.

Sangat membantu jika anak kita latih untuk peka terhadap huruf-huruf yang menyusun sebuah kata, terutama huruf vokal di depan pada sebuah kata. Kita dapat “menyadarkan” anak bahwa ada sesuatu (yaitu huruf) yang menyusun kata tersebut. Misal pada kata ayah, huruf depannya adalah ‘a’, dan kita dapat menyadarkan ini pada anak.

Ya, setiap anak memang berbeda, jika memang metode glenn doman kurang cocok untuk anak anda, maka having fun-lah dengan aktivitas mengeja yang bisa kita lakukan di mana saja, di perjalanan, di rumah, saat jalanan, dan lain sebagainya…πŸ™‚

Mungkin video berikut bisa menolong anda bunda… Selamat betengah pekan!πŸ˜€

4 responses

  1. “Misal pada kata ayah, huruf depannya adalah β€˜a’, dan kita dapat menyadarkan ini pada anak.”

    kata Yusuf Islam, A for Allah..πŸ™‚

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s