Makna Cinta

Assalamu’alaikum…🙂

Hai bund, gimana punya kabar? Seru ya Ramadhan kali ini? apalagi jika tahun ini mungkin tahun pertama anda mengajarkan berpuasa kepada anak-anak🙂

Eh, Bund, sejenak saya ingin mengajak anda untuk mengenang masa lalu, ya, masa kecil anda. banyak hal yang telah Ibunda (dan ayah, tentu saja) ajarkan kepada kita, dan tidak semua yang mereka lakukan bisa kita baca sebagai bahasa cintanya. Biasanya, jika itu tak sesuai dengan keinginan kita, maka serta merta yang kita lakukan adalah protes, berontak dan bahkan melawan😦

Di usia dewasa kini, saya yakin sebagian besar dari kita akhirnya menyadari tentang alasan orang tua kita melakukan hal tersebut. CINTA, ya… because they love us🙂

Tapi tunggu dulu, tak dapat dipungkiri, adanya rasa cinta yang orang tua berikan terkadang tidak sesuai alias tidak mathuk, bahasa jawanya, dengan bakat dan potensi kita.

Kita bukan akan menyalahkan mereka bukan? ya, kita justru sedang belajar dari sebuah kesalahan yang umum terjadi. Well, Oke… kita tinggalkan masa lalu, dan mari kita kembali lihat wajah-wajah polos anak-anak itu. Dan mari kita bersama-sama menjawab sebuah pertanyaan ini, “Apakah anda mencintainya?”, pandang sekali lagi, dan yakinkan anda dengan jawaban atas pertanyaan berikut, “Apakah anda akan memberikan yang terbaik untuknya? apa saja yang bisa anda lakukan?“.

Ya, because you love them, mom… saya yakin semua orng tua menginginkan kebaikan banyak-banyak untuk anak-anak🙂

Tulisan ini hanya sedikit sekali untuk mengajak para orang tua dan calon orang tua Indonesia mengevaluasi cara orang tua mencintai anaknya.

Setiap anak adalah istimewa, memiliki potensi yang berbeda-beda. jangan sampai karena sebuah obsesi pribadi orang tua, anak-anak menjadi korbannya. Orang tua bisa saja memberikan fasilitas belajar yang wah, namun perhatikan kemampuan dan kemauan anak. Karena cinta bukanlah memberikan semuanya kepada yang kita cintai, cinta kita harus tegas (silahkan diklik).

Hamza & 'unda

Oke Bund? Belajar banyak lagi ya kita hari ini🙂

6 responses

  1. Dari Tabanan aku meminta dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata serta tulisan yang kurang berkenan semua itu karena kekhilafan saya sebagai manusia yang masih jauh dari sempurna.
    Taqabbalallahu minna wa minkum wa ja’alanallahu minal ‘aidin wal faizin
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s