Mau Ke mana Setelah Menikah?

Wah, maaf ye sebelumnya kalo tulisan ane kali ini masuk dalam kategori kelas berat, hihihi… ya, ini hanya sebuah kegelisahan saya yang barusan saja alias baru terpikir lalu buka lappy dan menuliskannya untuk anda :p

Berawal dari sms cinta seorang sahabat saya, sebutlah neng tjuinta, “Aslkm, ukh dpt undangan walimahan mba itu ma mas ini, mo diambil kapan?”, eh bentar, btw namanya undangan kan diantar yak? kok ini aku disuruh ngambil sih, wah baru sadar aku, besok protes ah!!

Nah, terus saya keingetan sama beberapa teman-teman yang telah berhasil memasuki biduk rumah tangga dengan selamat dan sejahtera, ada ukhti itu, ukhti ini, akh A, dan juga akh B, banyaklah pokoknya. Terus ane perhatikan bangunan rumah tangga mereka masing-masing (ya meski tidak semua sih…), dan tanpa saya sadari kemudian saya pun membanding-bandingkannya satu dengan yang lain.

Ada yang setelah menikah menjadi semakin produktif, dan semakin mengemuka, semakin jaya, namun ada pula yang setelah menikah mereka redup, tenggelam, bahkan hilang dari peredaran (terutama dari orbit aktivitas dakwahnya). Dan rata-rata itu terjadi pada keluarga muda yang menikah di usia dini. Ah ada apa ya dengan mereka? Tapi saya tidak menjustifikasi yang nikah muda kayak gitu semua kok, tenang… hehehe…

Ah tapi masing-masing keluarga memiliki platform yang berbeda-beda kok ya?? mungkin penting mengkomunikasikan aktivitas kita terhadap calon pasangan kita kelak. Yang udah terlanjur ya masih bisa diperbaiki kok, biar gak terkesan menikah itu menghambat dakwah atau aktivitasnya🙂

Well, belajar lagi hari ini meski tanpa guru yang bisa membenarkan atau menyalahkan statement ini, hehehe…😀

27 Ramadhan 1431 H

Ya Allah, dekatkan aku dengan Surga FirdausMu, dan jauhkan aku dari Neraka-Mu. AMIN

11 responses

  1. kata ustad cahyadi takariawan, mau di mana kita setelah menikah itu tidak penting, itu masalah teknis saja, yang terpenting adalah kita tetap berkontribusi dalam dakwah sesuai dengan potensi yang kita miliki di mana pun kita berada…

    kata ustad abdullag sunono, berbeda antara menikah dini dengan menikah muda. menikah dini itu terkesan belum siap tapi disiap-siapkan atau dipaksakan siap padahal belum siap. tetapi menikah muda itu menikah yang sudah ada kesiapan menikah di usia muda. dan untuk mewujudkan cita-cita jama’ah, masalah pernikahan ini perlu dikomunikasikan ke jama’ah. selera pribadi seharusnya kita sesuaikan dengan kepentingan jama’ah…

    baru sekelumit yang saya tahu tentang bab ini… Allahua’lam bishawab…

    • yang terpenting adalah kita tetap berkontribusi dalam dakwah sesuai dengan potensi yang kita miliki di mana pun kita berada…

      , yaps ane stuja banget yg ini…

      untuk mewujudkan cita-cita jama’ah, masalah pernikahan ini perlu dikomunikasikan ke jama’ah. selera pribadi seharusnya kita sesuaikan dengan kepentingan jama’ah…

      ini juga keren…

      Syukran, sy jadi rada terbuka sedkit matanya *maren2 merem kale…??😀

  2. aku juga berfikir kayak gitu
    sebelum nikah
    dikomunikasikan rumah tangga seperti apa yang menurut pasangan tersebut yang ideal untuk mereka jalankan
    gituu hehehe

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s