Menjadi Ibu Sehari

Menjadi ibu??? asyik kali ya?? mulia… keren…!!! melatih kesabaran?? iya!! melatih keikhlasan?? he’em!! melatih kesyukuran?? so pasti!!! melatih mental… apalagi??? pokokna GREAT banged deh!!! liat ibuku… beliau adalah sosok yang tak pelit membagi kata cinta, tak sungkan memeluk dan menciumku sayang, memanggilku penuh kasih, memberiku materi yang cukup, sangat cukup!!! mendoakanku?? iya… ketika ku tak pulang dalam tempoh yang tak biasa, layar hapeku berdering, dan ada nada khawatir di sana… apalagi?? banyak hal yang tak kusadari tentang bahasa cintanya??

Oke..oke… akankah ku besok dapat seperti itu??? harus lebih baik!!! mungkin bisa disebut sebagai salah satu sarana baktiku, beliau sukses mendidikku, dan aku sukses mendidik anakku!!

Menjadi ibu sehari… ???(hiperbole…:p) sering kulakukan waktu dulu…kemarin ahad… ehm… dapet tugas dari mbak siwi tuk menjaga baby ummahat yg lg outbond di SD IT Nurul Alam, Gamping. Dan Hup!! kutangkap sosok bening itu duduk sendiri seolah bingung, innocent, tentu saja, umurnya kura kira tak lebih dari satu tahun.kusapa ia, “Assalamu’alaikum…”, diam. “namanya sapa?”, hening. “Halo sayang…!!??”, masih sepi… bening matanya menatapku dalam. Aku tersenyum, tanpa bicara ku raih ia di pangkuanku, “NGGAK MAU!!”, bibir mungil nan segar yang rapat dan menekuk ke bawah mengatakan itu padaku, masih tanpa suara.

Dari situ, aku mengajaknya melakukan banyak hal, menyuapinya (walaupun awalnya bibir mungil itu tertutup rapat, alias suliiiiitttttttttttt buangedddd, akhirnya terbuka juga mulutnya, dan dengan lahap ia memamah bubur yg kusuapkan, lapar juga kan akhirnya..?? hehe), trus menyapa om kelinci, melihat aliran sungai, menebak nama2 pohon di sekitar, bertemu dan berkenalan dengan banyak teman kecil- dedek bayi, menertawakan ummi2 yang jatuh bangun dalam permainan outbond, bertepuk tangan saat melihat ummi2 berhasil melewati halang rintang, dan entahlah apalagi, saking banyaknya hal2 kecil yg kita lakukan bersama.

Tiba2 Luluk, nama balita itu menangis, aku mencoba tenang, menanyakan apa yg diinginkannya walaupun aku tahu itu akan sia2. memang tak lama tangis itu, bentar kemudian tenang, namun menangis lagi, jujur sih aku bingung juga akhirnya, apakah ia haus?? lapar?? ngantul?? liat umminya?? pipis??? (tp pakek pampers kok…), pengen eek??? atau apa??? oh ummi anakmu ini kenapa??? akhirnya ku “iseng” cari2 apa yg bisa diminum dari tas yg ditunjuk temenku milik Luluk, ah ada aqua, tp nggak ada gelas! dimana minumnya? sementara luluk masih merengek2, ah ya sudah, akhirnya tutup botol aqua itu kumanfaatkan saja sebagai gelas, emang kecil sehhh… tapi, glekkk….glek… gleek… waow, dengan rakusnya Luluk menyedot2 air dalam wadah itu, Baru deh ummi gadungan ini ngerti, “OOOhh…. kamu haus to sayang???”

Dah lega, kami bermain lagi, semakin dekat saja kami, liat aja, ia bisa ketawa waktu aku mengayunnya pelan, tanpa suara, tapi ia terlihat sangat senang!! aku jadi seneng juga deHHH!!! Ehhh… namanya balita, nangis lagi!!! Masya Allah, apalagi yah??? kulihat jam, hampir pukul 10.00 pagi/ siang??, kata ummi-nya Luluk biasa tidur jam segitu… mungkin dia ngantuk kali ya??? yawdeh, aku berusaha menidurkannya, dengan segala cara, bersenandung, mengayunnya, menepuk2 bokongnya, mengelus kepalanya, ahhh… ia makin rewel aja!! duh…(malu nih diliatin temen2 aku jadi ribet sendiri, grogi!!) akhirnya ku cari2 “jarik” (kain selendang batik yg biasa dipake ibu2 gendong anak. eiii… ternyta pake selendang gendong yang itu loh, yg modern, yg mang khusu gendong bayi…) tp bukannya mudah aku makenya, malah ribet, kuputer2 sana, sini, kok gak ada bedanya?? ummi2 yg sedang meneteki bayinya ikut heboh memberi tahuku cara memakainya… ah…dan tahukah sodara2? Luluk melihatku dalammmm sekali!! mungkin dia heran, “ih ammah(mbak)-nya bego!!”, hehe…minum susu??? mungkin bisa mengantarnya bobok, dan Luluk??? lagi2 dia ngelihat kesibukanku membuat susu, tumpah sana tumpah sini, nyenggol itu nyenggol itu, kocok sana sini, ngambil ini itu… HAHA…!! Luluk tak pernah memalingkan matanya dari menatapku “Amah ndak pernah punya baby apa ya???”, ya belum sayangggg…..

Dan jadi juga sebotol susu made in amah sukma!!! glek…glek…glek… heheh… tidurlah….tidurlah… tidurlah… haha ternyata “shirku ndak mempan!! ya sudahlah aku tak lagi memaksakan ia untuk tidur, aku duduk memangkunya di teras depan kelas… sambil bersenandung ringan aku menggoyang pelan. Luluk terasa mendepel (bersandar) lemas dan pasrah di dadaku… botol susu itu masih dipegangnya, tp aku tak bisa memastikan karna Luluk menghadap depan. Sampai ada yg memberitahuku kalo ia sudah merem…

Alhamdulillah… kucium pipi tembem dan kenyal itu penuh sayang, seolah akulah ummi-nya dan ia adalah anakku, Ya Allah, jadikan ia mujahidah tangguh-Mu”, doaku dalam hati.

harus belajar lagiiiii!!! ^_^

19 responses

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s