Belajar Yuk, Nak!

*Nah ya, sekarang suka blank setiap online mau ngapain, padahal sebelumnya sudah diniatin “mau posting atau blogwalking”.

Menurut hasil pemeriksaan USG, hari ini tepat 18 weeks!! Artinya jalan 5 bulan, dan artinya pulaa… sudah waktunya praktekin ilmu dari buku yang saya baca. Buku tersebut adalah “Cara Baru Mendidik Anak dalam Kandungan” karya Mr. Van der Carr -and friend (selanjutnya saya sebut buku pertama), dan “Panduan mengajar Bayi Anda Membaca Al-Quran Sejak Dalam Kandungan” karya ust Musthofa AY. dan istri (selanjutnya saya sebut buku kedua), that’s it!!

Buku pertama saya hampir menamatkannya 2 kali, meski err… masih banyak hal yang terlewat dari pemahaman saya, sedang buku kedua saya lebih suka langsung njujug (bahasa Indonesianya apa ya? hehe) bagian aplikasinya, alias teknisnya. Hehe. Dari buku yang saya baca tersebut, sebetulnya intinya sama; STIMULASI PRA-LAHIR. Wong teknis yang diajarkannya hampir sama (tapi buku pertama lebih detail). Nah perbedaannya sudah pasti tertebak, tentu saja orientasi out put yang diinginkan dari program pembelajaran ini; buku pertama lebih sekuler (maksudnya lebih umum, duniawi, macam >> menjadikan baby besoknya lebih cerdas, fokus, dan sabar, dll), sedangkeun buku kedua orientasinya sangat relijius; mengenalkan anak lebih dini dengan Al Quran, supaya kelak ia dimudahkan Allah dalam menghafal ayat-ayat-Nya (Aamiin).

Lalu, mana yang saya pilih? tentunya saya memilih menggabungkan dua buku tersebut dalam mempraktekkannya, serta mendahulukan point-point dalam buku kedua. Karena toh, dalam buku kedua ini terdapat rujukan dari buku pertama.

Emang bagaimana sih prakteknya? Ya ngajak si janin ngobrol, belajar, dan ndengerin kosakata yang ingin kita ajarkan padanya. Sama seperti yang dilakukan bumil-bumil sebelumnya. Mengajak ngomong janin dalam perut adalah sesuatu yang tidak asing bagi saya, maksudnya, saya pun sudah jauh hari dari pernikahan membaca artikel tentang manfaat ibu mengajak janinnya ngobrol. Saya pun pernah bertekad untuk nggak malu-malu ngomong sendiri (kan kayak ngomong sama tubuh sendiri tuh? Hehe) di tempat-tempat umum sekali pun! Tetapi jujur deh, sejak saya dinyatakan hamil, sampai UK 4 bulan, saya masih agak gerogi kalau ngomong sama janin saya.

Dan hari ini adalah hari pertama mengajak janin saya ngobrol dan belajar, kegiatan ini saya lakukan di halaman belakang, supaya tidak didengar dan dilihat orang rumah, apalagi orang lain, hahaa~. Karena menurut buku di atas saya harus melakukannya 3 hari sekali, maka nanti siang saya akan kembali mengajak janin saya belajar. Semoga dia merespon yah!! Aamiin…

Oh iya, setelah mengajak janin saya belajar, saya sms ayahnya;

“Aslm. ayahh… aku abis belajar sama Bunda. Nanti kalau ayah pulang, aku mau belajar sama ayah ya… ^^”

balasan ayahnya,

“Wa’alaikumsalam. Iya… Nanti ayah ajarin blast design ya?!…”

Dan saya hanya bisa >> -__-“”

Well para calon Bunda, mari sharing perihal didik mendidik anak sejak kandungan toww… supaya generasi yang kita lahirkan betul-betul cerdas dan soleh/ah. Aamiin..