Sebelumnya mau sungkem sama suami dulu nih, soalnya sudah janji mau ngisi web http://www.aandanti.com ceritanya, eh malah down servernya, gak tahu sih apa sitilahnya, intinya web tersebut tak mau dibuka
Rasanya menakjubkan bisa merasakan gerakan-gerakan di dalam perut ini, sampai-sampai saya bilang kepada suami, “rugi jadi laki-laki nggak bisa ngerasain hamil seperti ini”, dan disambut gelak tawa calon ayah yang soleh itu
Cerita tentang perkembangan janin saya tak kan ada habisnya, tetapi karena saking bahagianya, tak banyak yang bisa saya tuliskan di sini, hehe (bilang aja sinyal buruk :d). Gerakan paling nyata yang saya rasakan pertama kali pada usia kandungan 4,5 bulan, waktu itu saya saya baru saja tiba di kota Bojonegoro (rumah mertua) sore harinya. Pada pagi hari saya merasakan anyang-anyangan (antara kebelet dan air seni yang tidak bisa keluar), karena sudah biasa saya rasakan sejak hamil trimester petama, saya cuek aja, tetapi lama-kelamaan air (maaf ya) seni saya bercampur dengan darah. Antara takut, cemas dan tak ingin menghebohkan isi rumah saya panggil suami ke dalam kamar dan menceritakan hal tersebut. Suami dengan wajah khawatirnya lalu memberitahu ibu yang kemudian bergegas memanggil bu bidan desa.
Sembari menunggu bu bidan rawuh, suami saya menemani di samping ranjang sambil mengelus-elus perut saya. Air mata tak bisa saya tahan lagi, saya betul-betul takut saat itu. “Ya Allah berikan kesehatan kepada kami”, aku terus berdoa dan suami saya terus memberikan ketenangan dengan kalimat-kalimat positifnya.
Setelah bu bidan memastikan semuanya baik-baik saja, dan saya “hanya” kurang minum selama perjalanan, suami membacakan doa-doa hingga saya tertidur. Saat itulah janin dalam perut saya menendang, seolah-olah memberitahu orang tuanya bahwa ia baik-baik saja di dalam sana. Alhamdulillah, sejak saat itu dedek janin aktif bergerak terutama saat malam hari.
Yang sehat ya nak, ayah bunda menantikan launchingmu :*
aamiin.. =)
daaaaaantiiiiiiiiiiiiii…akhirnyaa.. hehehe
Akhirnya apa mbaa???
akhirnya nungul postingane
Hhhhooo… hu’um… maklum susah sinyal di sana